Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Puisi 14 Juni 2016   03:06 WIB
Sajak Kereta Tua

Jika dapat kau lihat wajahmu pada sebilah pisau yang berkilau,

Maka berita pagi apalagi yang kau nanti?

Lelaki yang hidup dengan secawan kopi?

Aku harap tidak.

 

Sebab pada bau anyir tragedi kita percaya,

Pada air mata kita percaya.

Kau mengernyitkan dahi,

Menghela nafas panjang,

Dan berkata padaku “Ini hari sabtu, sayang.”

 

Sebab sayup kau tahu juga,

Pertaruhan dan pertarungan para sejawat,

riak dan rima sajak berbaru arak,

serta peluh para pengayuh becak dikhianati shubuh.

 

Hujan datang, harapan kau kepakan, sayang.

Sehelai daun pisang kau tebang menemanimu menuju ladang.

Serumpun asa kau bawa pulang mengisi belanga.

 

Tangismu tak juga reda, kekasih.

Padamkan pelita, mari bercinta.

Karya : agus geisha