Berdamai Dengan Kekurangan Pasangan

Agus Ariwibowo
Karya Agus Ariwibowo Kategori Inspiratif
dipublikasikan 30 Januari 2018
Berdamai Dengan Kekurangan Pasangan

 1. Belajar Menerima

Hidup dalam berumah tangga sangatlah dinamis. Selalu hal baru dalam diri kita maupun pada pasangan kita. karena selalu ada hal baru, maka corak interaksi dan komunikasi suami istri pun harus berkembang. Tidk bisa berharap akan selalu sama seperti sebelumnya.

Karena itu belajarlah untuk menerima setiap perubahan pada diri pasangan, jangan bosan untuk terus belajar memahami pasangan.

2. Ingat Visi Keluarga

Setiap keluarga harus memiliki visi bersama yang bisa diverbalkan. Apa visi keluarga anda, tujuan mulia sepeti apa yang hendak anda capai bersama keluarga anda?

Untuk itu, Anda haru memiliki visi yang jelas dan kuat, agar perjalanan rumah tangga Anda juga jelas dan kuat. Jika visi anda sudah jelas, maka keluarga anda akan jelas kemana langkah  perjalananya, dan jika menemui hal tidak menyengkan itu wajar. Itulah dinamika rumah tangga. Anda harus menghadapinya dengan dewasa. Jangan menyerah, ingat visi besar dan mulia keluarga anda.

3. Pasangan Anda Memiliki Banyak Kekurangan

Tidak ada manusia yang sempurna. Baik pasangan anda maupun anda sendiri tidak ada yang sempurna. Kita semua memiliki banyak kekurangan. Namun banyak pertengkaran suami istri terjadi karena tidak memahami kekurangan pasangannya. Bahkan kekurangan yang sangat manusiawi. Untuk itu toleranlah terhadap adanya kekurangan dan kelemahan pasangan. Apalagi hal-hal sepele yang muncul darinya. Semua kita memiliki kekurangan, maka berdamailah dengan kodisi itu, terimalah dengan baik.

4. Saat Harus Mengalami Konflik

Konflik dalam pernikahan, sering dikatakan sebagai bumbu kehidupan rumah tangga. Namun meski begitu kita meski untuk selalu menjaga agar tidak terjadi. Walaupun wajar dan harus terjadi, janganlah berlarut, dan besar-besaran. Hadapi dengan professional dan segera selesaikan.

Jika harus terjadi yang harus dilakukan ialah, Jangan sampai melakukan kekerasan fisik, jangan melakukan kekerasan psikologis, jangan dilakukan ditempat terbuka didepan anak atau tempat umum. Jangan cepat-cepat untuk curhat kepada pihak lain. Cepat selesaikan secara dewasa, dan ingat kembali visi keluarga. Kuatkan ibadah, dan berdamailah dengan baik-baik.

5. Redakan Ketegangannya Dengan Ketenangan

Selama Anda mampu menghadapi “perang” dengan sikap tenang, suasana akan mudah terkendali. Tidak akan meluas menjadi konflik yang membahayakan keutuhan kehidupan berumah tangga. Karena sadar bahwa itulah dinamika hidup berumah tangga, yang harus dihadapi dengan dewasa.

 Sumber Inspirasi : Wonderful Couple Karya Ust. Cahyadi Takariawan

  • view 56