Ilmu Kemudian Amal

Agus Akmaludin  Asysyayaf
Karya Agus Akmaludin  Asysyayaf Kategori Lainnya
dipublikasikan 25 Mei 2016
Ilmu Kemudian Amal

Ilmu kemudian Amal

Oleh: Agus Akmaludin Asysyayaf

 

Ilmu diartikan sebagai pengetahuan tentang suatu bidang yang disusun secara bersistem menurut metode tertentu, yang dapat digunakan untuk menerangkan gejala tertentu di bidang (pengetahuan) itu. Begitulah ilmu diartikan sebagai mana dalam KBBI. sedang menurut John G. Kemeny, Ilmu merupakan semua pengetahuan yang dikumpulkan dengan metode ilmiah. Dari pernyataan tersebut jelas bahwa ilmu merupakan hasil/produk dari sebuah proses yang dibuat dengan menggunakan metode ilmiah sebagai suatu prosedur.

Berupayalah untuk beramal berdasarkan ilmu dan hindari beramal tanpa ilmu... eiits..... pahami terlebih dahulu maksud amal di sini. Ok.? amal seringkali diartikan sebagai suatu pemberian dari seseorang pada orang lain dan kerap kali disimbolkan dalam bentuk benda/fisik. Hmmmm....... sebuah interpretasi yang dangkal. Tapi tidak begitu salah juga siiiiih.... namun lebih tepat pemberian berupa barang tersebut merupakan bagian dari “amal”. Karena pada dasarnya amal itu bukan berarti harus berupa pemberian dalam bentuk benda/fisik saja, melainkan perbuatan, tindakan, tingkah laku, pembicaraan, gerak atau apapun itu yang berhubungan dengan perbuatan, entah itu yang nampak maupun tidak!

Perihal ilmu dan amal, orang besar dalam bidang Hadits menyatakan “al-ilmu qoblal qoulil wal amali” yang dimaksudkan agar ilmu itu didahulukan sebelum amal. Jadi cari tahu terlebih dahulu ilmunya untuk sebuah amal yang hendak dilakukan. Agar amal yang dilakukan jatuhnya tidak sia-sia.... Adapun menurut orang besar lainnya, bila kita menimbun-nimbun ilmu sehingga menumpuk, tapi tanpa amal, jatuhnya bencana! So’ pilih mana? Yang pasti jangan pilih keduanya! saat hendak melakukan sesuatu, ingat selalu bunyi QS al-Isro’: 36.

Setelah kita mengetahui mana amal baik dan buruk dari hasil ilmu yang kita miliki, Saat hendak beramal, diperlukan rumus amalan. “ Berbuat Baik = Gimana Nanti!, Berbuat Buruk = Nanti Gimana?”.  Karena berdasarkan QS al-Isro’: 36, kelak kita akan diminta pertanggung jawaban tentang apa yang kita lakukan.

“Terima Kasih”

  • view 134