Menghadapi Masa Depan Dengan Menjadi Idiot!

Agung Pangestu
Karya Agung Pangestu  Kategori Motivasi
dipublikasikan 18 April 2016
Menghadapi Masa Depan Dengan Menjadi Idiot!

"All Is Well". Satu mantra yang cukup luas dikenal oleh banyak orang. Satu mantra yang barangkali telah mengubah hidup banyak orang. Satu mantra yang barangkali sering diucapkan secara perlahan dan diam-diam maupun satu mantra yang harus diteriakan keras-keras agar bukan hanya didengar oleh telinga namun juga oleh hati. Namun yang pasti semua orang tahu bahwa satu mantra itu berasal dari satu film yaitu "3 Idiots". Awalnya saya tidak terlalu berekspektasi tinggi ketika akan menonton film ini untuk pertama kali. Apalagi dengan imaje Bollywood yang melekat kuat pada film tersebut. Sehingga jangan salahkan saya apabila yang pertama kali terbayang di pikiran saya adalah sebuah film dengan drama mengharu biru, derai air mata dimana-mana, cerita yang hanya mengandalkan aktor dan aktris yang memiliki wajah rupawan dan tentunya tidak ketinggalan tarian tidak penting yang menyesakki film.


Namun bagai terkena pukulan telak dari Mike Tyson, begitulah kira-kira yang saya rasakan ketika menyelesaikan film ini. Bagaimana tidak? Film ini bisa saya analogikan bagai sebuah roller coaster. Membuat kita tertawa, menjerit, menangis dan kemudian menyadari bahwa kita telah sampai tujuan dengan selamat sekaligus membawa pulang berupa-rupa pengalaman. Banyak sekali pesan yang menyesakki film tersebut, sehingga sulit bagi saya untuk memilih salah satunya. Namun gambaran besar yang bisa saya tangkap sekaligus menyentil kehidupan saya adalah tentang ketakutan akan masa depan. Sebuah tema yang tentunya menyentil kehidupan anda juga bukan?
Masa depan, seakan telah menjadi momok bagi semua orang. Apa yang menunggu saya di masa depan? Akan jadi apa saya di masa depan? Kerja seperti apa yang saya dapatkan di masa depan? Apakah masa depan saya suram? Apakah masa depan saya baik? Apakah masa depan menyambut saya dengan tangan terbuka? Atau malah masa depan membuang saya bak tisu sekali pakai? Berupa-rupa pertanyaan tentang masa depan itulah yang seringkali membuat kita menghabiskan banyak waktu hanya untuk bertanya sekaligus melamun. Padahal waktu tersebut bisa kita gunakan untuk sesuatu yang lebih bermanfaat lagi. Ada salah satu dialog yang barangkali bisa menjawab ketakutan kita akan masa depan:


"Lakukan terbaik yang bisa kamu lakukan sekarang. Telur saja tidak tahu apakah nantinya dia akan menetas atau jadi telur dadar."


Merenung itu penting namun ketakutan yang berlebihan tentunya hanya akan membawa kesia-siaan. Seperti yang disampaikan oleh film tersebut bahwa hati manusia itu memang sangat lemah. Sehingga mudah sekali untuk ketakutan maupun kekhawatiran untuk bisa menyusup masuk ke dalam sana. Untuk itulah terkadang hati kita perlu "ditipu" agar kita berani menjalani kehidupan dengan penuh keberanian dan semangat juang. Film "3 Idiots" juga membuat saya teringat dengan tulisan Dewi Lestari di novelnya yang berjudul Supernova: Ksatria, Putri dan Bintang Jatuh:

"Aku sekarang mengerti arti 'momen kini' yang para spiritualis maksud. Mereka bilang, masa lalu dan masa depan hanyalah distraksi, menarik kita dalam abstraksi mental yang tidak nyata. Tidak ada yang lebih penting daripada saat ini."

Dan barangkali memang tidak ada yang lebih penting dari apa yang tengah kita jalani sekarang atau saat ini. Masa lalu tinggalkan untuk menjadi kenangan dan masa depan biarlah untuk tetap jadi misteri. Karena kaki kita telah meninggalkan ranah masa lalu sedangkan kaki kita belum menginjak masa depan. Jadi biarlah apa yang tengah menjadi pijakan kita sekarang adalah sesuatu yang pantas kita syukuri dan pantas untuk diperjuangkan. Namun apabila kita tetap memiliki kekhawatiran maupun ketakutan akan masa depan mungkin saatnya menaruh tangan kita di dada dan berujar pelan:


                                                                    "All is well ... Semuanya akan baik-baik saja."


  • Eny Wulandari
    Eny Wulandari
    1 tahun yang lalu.
    Salah satu film favorit saya mas. Film yang sangat cerdas namun disajikan dengan sangat kocak. Apalagi yg maen Aamir Khan, aktor India kesukaan saya, hehe. Tagline 'all is well' juga nendang banget. Siapa yang nonton bisa relate isi film ini ke kehidupan mrk masing2. Dan seperti kata mas Agung, pesan film ini universal dan umum bgt yaitu tentang kekhawatiran akan masa depan. '3 Idiots' jadi judul yang selalu aku rekomendasikan ke temen2ku, hihi.

    • Lihat 2 Respon

  • Polisi Bahasa
    Polisi Bahasa
    1 tahun yang lalu.
    dimana => di mana
    menyesakki => menyesaki

  • Anis 
    Anis 
    1 tahun yang lalu.
    ada pertanyaan yang sampai kini belum bisa saya jawab.
    entah ini pernyataan atau pertanyaan, pokoknya dari diri sendiri

    mengapa kita menakutkan sesuatu yang belum terjadi, sementara kita masih bisa mempersiapkan segala sesuatunya saat ini?
    dengan kalimat lain, kenapa takut dengan masa depan jika di masa sekarang kita bisa mempersiapkannya?
    *sama aja ya

    • Lihat 3 Respon