Jangan Percaya Sedikitpun Dengan Soleh Solihun!

Agung Pangestu
Karya Agung Pangestu  Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 14 April 2016
Jangan Percaya Sedikitpun Dengan Soleh Solihun!

Seharusnya ada pepatah yang berkata “Orang yang paling kau percayai adalah orang yang paling dekat untuk mengkhianatimu.” Awalnya saya kira pepatah tersebut hanyalah kalimat palsu. Namun tunggu, tunggu hingga sang iblis yang menyerupai malaikat menunjukan wajah penghianatnya yang asli. Semuanya diawali dengan mimpi yang absurd. Kali saya bermimpi tentang salah satu idola saya. Menurut saya, dia adalah Salah satu penyanyi jenius dan langka di industri musik Indonesia. Tulus. Musisi yang mampu menggabungkan dengan melodi yang unik dan juga diksi lagu yang menarik perhatian. Ketika musisi lain masih sibuk berkutat dengan lagu yang seringkali mengocok perut. Dan nama-nama mereka juga semakin ajaib: Kangen Band, Setia Band, Rindu Band bahkan teman saya juga memberitahu tentang keberadaan Asbak Band what the hell.... kenapa tidak sekalian: Abu Band, Dji Sam Soe Band, Kretek Band, Asoy Band, Sambalado Band, Cihuy-Cihuy Band atau sekalian Akyu Cayang Kmu Pi HtiKyu Da’H Dimlikyi Dia Yg Plgi Clama-clmanaya Band. Mampus Lo! Biar aneh tuh gak nanggung sekalian.

Walaupun tentunya selera  tidak bisa diganggu gugat. Baiklah saya kembali akan menceritakan mimpi saya tentang Tulus. Malam itu, saya berkesempatan menonton konser Tulus (saya juga pernah bermimpi nonton konser Tulus dan nyatanya hal tersebut tidak berlangsung lama menjadi kenyataan). Panggung malam itu benar-benar khas Tulus. Minimalis namun dengan dekorasi yang dipikirkan secara sempurna. Lampu-lampu yang tepat dan juga terasa megah menyoroti musisi bertubuh subur tersebut. Semua penonton seperti disihir oleh keajaiban luar biasa dari suaranya yang seringkali membuat aku geleng-geleng kepala.

Namun anehnya adalah pada konser itu nyatanya saya ditemani oleh seorang komika yaitu Soleh Solihun (entah kenapa beberapa kali seringkali bermimpi bisa bersama dengan para komika. Ernest Prakasa, Pandji Pragiwaksono) dan yang paling aneh adalah saya akrab sekali dengan Soleh Solihun. Padahal di dunia nyata saya seringkali sulit membedakan Soleh Solihun dan Dodit Mulyanto. Namun magis sesungguhnya adalah ketika konser tersebut selesai. Semua penonton telah pulang. Namun dengan tekad sekuat dan sepanjang episode sinetron Tukang Bubur Naik Haji, saya beranikan diri datang ke backstage. Tentu dengan Soleh Solihun dibelakang saya. Musisi idola terlihat sedang sibuk membersihkan diri lalu saya datang dan berujar:

            “Bang Tulus, boleh minta foto?”

            “Boleh dong, asal jangan minta jambul saya saja.” Ujarnya dengan selera humor.

Kami pun berfoto dengan tukang foto siapa lagi kalau bukan.. eng... ing.... eng.... yap benar pemirsa: Soleh Solihun. (Ternyata itulah peran penting Soleh Solihun dalam mimpi saya). Namun suasana tersebut pecah ketika Tulus menyeletuk

            “Gaya kita difoto kok kaku banget ya?”

Betul sekali! Lebih tepatnya gaya saya yang kaku kayak orang mau ambil pas foto buat KTP. Atau kayak narapidana yang difoto untuk  kepentingan data penjara dan setelah itu besoknya dieksekusi mati. Lalu saya sadar, ini kesempatan langka. Jadi jangan tanggung-tanggung! Sambil menyelam minum air, nyari ikan Lele sambil liat Megan Fox pakai bikini. Saya pun meminta foto lagi dengan gaya lebih gila! Saya dan Tulus saling merangkul dan mengeluarkan ekspresi wajah terjelek kami. Tulus memonyongkan mulut lalu megap-megap, persis Ikan Lele yang baru digebuk dan mau digoreng. Sedangkan saya mengeluarkan jurus andalan, yaitu memiringkan mulut ke atas dan menyipitkan mata (Tapi sungguh, wajah cetakan Zayn Malik ini sulit sekali dibuat jelek! Mari muntah bersama pemirsa...huek...huek).

dan selepas itu banyak sekali gaya foto “ajaib” yang kami lakukan. Mulai dari gaya Kamen Rider, gaya imut Cherrybelle hingga Tulus menggendong saya dengan entengnya. Maka dengan saling berjabat tangan, sesi foto antara idola dengan penggemarnya resmi selesai. Rasanya kepala saya diisi oleh Helium dan mau pecah karena saking bahagianya. Tentu dari penjabaran diatas mimpi yang dialami layaknya mimpi indah yang sempurna. Namun tunggu... tunggu... tunggu dulu sampai diakhir cerita dari mimpi ini. Begitu selesai, dengan rasa bahagia yang melimpah ruah, saya bertanya pada Soleh Solihun,”Liat dong, foto yang tadi, foto yang paling bagus mau langsung diupload ke facebook.”

Namun Soleh Solihun hanya terdiam saja seperti orang yang baru liat Pocong tapi jalannya ngesot. Dan saya tidak tahu ada yang tidak beres!

            “Sori, tadi Hape yang buat foto udah lowbat duluan. Jadi tadi nggak ada yang kefoto, saya tadi Cuma pura-pura lagi moto aja.”

Duaaarrr...... jebreeettttt....... petir menyambar, Gunung meletus, tsunami datang, bom nuklir menyerang dan Hitler idup lagi! Tetap saja semuanya tidak bisa menggambarkan dengan tepat apa yang saya rasakan. Soleh Solihun terkutuk! Jahanam! Kutu Kupret! Bangsat! Babi Ngesot! Dan entah berapa banyak kalimat sampah yang saya keluarkan maupun banyaknya binatang dari kebun binatang yang saya bebaskan dari mulut saya. Jadi begitulah, awalnya mimpi indah (dan saya harap tentunya benar-benar terjadi di dunia nyata) namun berakhir dengan terkutuk (saya harap itu tidak terjadi di dunia nyata). Namun ada satu hikmah yang bisa diambil dari cerita mimpi ini:

                                                                  Jangan Percaya Sedikitpun Dengan Soleh Solihun!

  • view 238