KEHIDUPAN DAN LEMBAR-LEMBAR CINTA YANG TAK DITEMUKAN

Agoy Tama
Karya Agoy Tama Kategori Inspiratif
dipublikasikan 30 Juli 2016
KEHIDUPAN DAN LEMBAR-LEMBAR CINTA YANG TAK DITEMUKAN

Kata Gibran pada sebuah prosa yang ditulisnya,

"Kehidupan adalah seorang perempuan yang bersimbah air mata para pecintanya dan melumuri dirinya sendiri dengan darah dari para korbannya.

Pakaiannya adalah hari-hari putih, bertepi kegelapan malam. Dia merayu hati manusia untuk menjadi pecinta, tetapi meniadakan pernikahan bagi dirinya sendiri."

Ah, nampaknya aku kali ini menemukan sebuah jabar hakikat kehidupan yang cukup memuaskan. Sepakat dengan Gibran pada prosa yang ia beri judul 'Pesona Perempuan' ini.

Sedikit tafsir--sebisaku--atas penggalan prosa Gibran di atas. Gibran mengibaratkan kehidupan sebagai seorang perempuan yang amat digila-gilai para pecintanya. Ya, manusia yang teramat cinta pada dunia. Dan tanpa sadar, bahwa sejatinya kehidupan dunia itu adalah sebilah pisau tajam, sehingga siapapun yang masuk dalam perangkapnya, maka dia akan tertusuk dan mati secara perlahan.

Betapapun iming-iming indah dunia begitu gencar. Sejatinya ia hanya perayu murahan para lelaki mata keranjang, hidung belang, buaya, kardus, sampah atau apa lah!

Kehidupan dunia hakikatnya adalah penggoda, perayu, dan penjerumus manusia. Ia seakan ingin mengikat manusia dengan kesenangan dan keindahan palsunya. Namun nyatanya, ia hanya mempermainkan manusia hingga akhirnya manusia yang takluk terhadap hawa nafsunya tersadar bahwa dia telah tenggelam dalam kubangan lumpur dosa. Ya, begitulah kehidupan dunia.

Pagi ini aku dan Mas @anangdwipurwanto, sahabatku, bergegas ke perpustakan kota. Ya, sesuai niatku kemarin yang sempat bahagia karena menemukan banyak koleksi buku-buku lawas penulis favoritku @fahdpahdepie yang sudah tidak ada lagi di pasaran.

Namun, semua itu baru data saja yang kutemukan di mesin pencari koleksi buku. Dan setelah aku telusuri di semua area yang diberitahukan oleh data, ternyata tak satu pun berhasil aku dapatkan. Entah tercecer ke mana sebuah lembar-lembar berharga itu. Ah, mungkin esok hari lebih berungtung dari ini, begitu pikirku.

Dan pagi ini aku kembali mencari. Menelusuri seluruh area kategori buku yang kucari. Apa dikata, barangkali belum #jodoh. Tak satu pun aku temukan.

Ingin rasanya bertanya pada petugas atau penjaga di sini. Tetapi, rasa-rasanya kok nggak ada, ya, petugas atau penjaga khusus yang stand by di sini. Mungkin masih liburan. Ah, biarlah waktu yang kelak mempertemukan.

@agoytama | 18/07/2016

Sumber gambar: koleksi pribadi.

  • view 225

  • Anis 
    Anis 
    1 tahun yang lalu.
    akhirnya sekarang udah ketemu dengan buku yang dimaksud, kan Pak?
    udah berselang seminggu lebih dari titi-mangsa catatan ini

    • Lihat 10 Respon