TERUNTUK DIRIKU SENDIRI

Agoy Tama
Karya Agoy Tama Kategori Inspiratif
dipublikasikan 30 Juli 2016
TERUNTUK DIRIKU SENDIRI

Terkadang kita begitu semangat menasihati orang lain, tetapi lalai menegur diri sendiri.

Terkadang kita gencar menebar hikmah untuk orang lain, tetapi berat merenunginya untuk diri sendiri.

Seringnya kita mengritik habis pendapat orang lain, tetapi enggan jika pendapat sendiri dikritik mereka.

Barangkali terlalu jarang kita berkaca hingga lupa wajah sendiri.

Boleh jadi kita perlu mengambil sebuah kaca, dan mulai muhasabah teruntuk diri sendiri.

Ah, aku sudah di depan kaca, menelusuri jejak langkah di wajah. Ya, aku melihatnya. Seorang anak kecil yang menangis-meronta meminta mainan. Anak kecil yang tak mengerti betapa susah mencari nafkah untuk keluarga. Anak kecil yang tak mau tahu dengan semuanya; yang ia tahu hanya mainan yang ia minta bisa dimilikinya.

Aku perhatikan lagi dalam-dalam wajah ini. Terperaga kembali adegan itu. Tatkala seorang anak pagi-pagi hanya duduk, tidur, dan males-malesan. Sementara kedua orang tuanya sibuk dengan cuciannya, urusan dapurnya, dagangan yang setiap hari harus dijual keliling desa, dan kesibukan lainnya. Dia, anak kecil itu tak mau tahu dengan semuanya. Dan yang dia tahu hanya keinginannya harus dituruti.

Barangkali, itulah jejak langkah dalam wajah asliku ini. Aku tak lebih dari seorang anak kecil yang tak mau tahu tentang segala. Hanya yang kutahu semuanya selesai dan membahagiakan hati sendiri. Ya, terlalu egois!

Akan tetapi, anak kecil itu kini mulai berbenah. Mempelajari semua ilmu tentang hidup. Dan aku mengikutinya. Walaupun terkadang sifat manusia itu muncul: salah dan lupa.

Wahai diri! sejatinya engkau adalah manusia yang lemah. Namun, janganlah jadi seseorang yang melemahkan segala. Jadilah penguat bagi diri dan orang lainnya.

Kau adalah dirimu sendiri!

@agoytama | 21/07/2016

Photo from: devianart.com

  • view 305