JANGAN MEMBANTAH!

Agoy Tama
Karya Agoy Tama Kategori Agama
dipublikasikan 29 Januari 2016
JANGAN MEMBANTAH!

Jangan membantah terhadap apa yg sudah digariskan. Terimalah dengan sepenuh hati, qonaah kepada Ilahi. Allah menurunkan aturan-aturan untuk ditaati, bukan untuk dibantah dengan ribuan alasan. Allah membuat sebuah aturan tentunya demi kebaikan yang diatur, yaitu makhluknya yang diberi akal untuk berpikir. Namanya saja aturan, punya kata dasar 'atur' yang bermakna mengatur demi tercipta sebuah keteraturan pada makhluk-Nya yang diatur.

Maka janganlah membantah, sebab muslim yang baik adalah muslim yang sami`na wa ato`na, yang mendengar perintah dan melaksanakannya, yang mendengar larangan dan menjauhinya. Artinya muslim yang baik, yang sejati adalah muslim yang taat kepada Ilahi dengan perintah maupun larangan yang diturunkan untuknya.

Siapakah yang lebih tahu (tentang yang baik untuk kita) antara kita dengan yang menciptakan kita?
Siapa yang berani menjawab bahwa kita lebih tahu daripada Rabb kita yang bersifat Maha Mengetahui?

Tentunya, tidak ada. Kecuali orang-orang yang sok tau dengan aturan-aturan yang dibuatnya sendiri. Orang-orang yang tak tahu diri dengan apa yang telah ia dapat dan ia nikmati. Coba kita pikir, karena siapa kita dapat bernapas? Karena siapa kita dapat melihat, mendengar, dan mengecap? Karena siapa kita dapat bergerak leluasa sesuka hati kita? Jawabnya karena Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Dengan nikmat-nikmat yang diberikan kita dapat merasakan nikmatnya hidup. Kita dapat merasakan kebahagiaan hidup. Akan tetapi, sebuah pertanyaan sederhana muncul: Bagaimana cara kita mensyukuri itu semua? Apakah cukup dengan ucapkan alhamdulillah??Atau sekadar sujud syukur saja?

Semua itu belum cukup. Karena menjadi muslim yang baik dan sejati, harus tahu resiko dan konsekuensi yang harus diterima. Muslim sejati menerima konsekuensinya, yaitu taat terhadap perintah maupun larangan yang Allah turunkan. Dan apa resikonya?

Resiko yang akan terjadi, apabila ia taat maka ia akan selamat dengan resiko mendapat nikmat-nikmat di surga, dan apabila ia lalai, maka ia akan menanggung rugi dengan resiko dilempar ke dalam bara api neraka. Dan seringan-ringannya siksa panas di sana, kaki yang menapak, otak yang mendidih.

Betapa berat resiko bagi orang-orang yang membantah terhadap aturan, dan betapa nikmat menjadi muslim sejati yang taat terhadap aturan-aturan yang dibuat Allah sebagai konsekuensi yang justru mengantarkan pada jalan keselamatan.

?

Malang, 14 Juli 2015

?

Gambar diambil dari:?http://www.voa-islam.com/photos2/anak-marah.jpg

  • view 170