ORASI LIAR : Kau masih bocah

Agoy Tama
Karya Agoy Tama Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 27 Januari 2016
ORASI LIAR : Kau masih bocah

Pasang telingamu lebar-lebar. Karena ini adalah orasi liar. Dariku, penunggang kuda liar.

Dengarlah, rengek bayi siapa yang kau tinggalkan di kardus-kardus bekas, kantong-kantong kresek, atau tong-tong sampah?

Apakah kau tak punya hati nurani barang sedikit pun untuk mengurusinya--layaknya ibu-bapak yang sayang pada anaknya?

Ah, aku lupa, kau masih bocah!

Sudah tahu masih bocah, kenapa kau lakukan itu semua?
Berlagak dewasa kau lakukan adegan dewasa. Entah, ditaruh di mana wajah ingusanmu itu?

Ah, barangkali urat malumu memang sudah putus!

Akal tak lagi jalan. Hanya nafsu yang menjalari angan-angan jauh lagi kotor. Terkadang, tak pikir panjang bakda 'kelakuan binatang' itu kau perankan. Berbulan-bulan kemudian, atau baru dua-tiga mingguan, kau nekat aborsi--gugurkan kandungan. Entah, langkah siapa yang kau jadikan tuntunan?

Setan!

Lalu, salah siapa atau siapa lagi yang kau jadikan 'kambing hitam'?

Setan!

?

Gambar diambil dari: http://www.navhindtimes.in/wp-content/uploads/2015/09/Public-Speaking-Tips-500x330.jpg

  • view 187