Damaikan 4 November

Afsohi Latif
Karya Afsohi Latif Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 02 November 2016
Damaikan 4 November

Saya termasuk orang yang mengikuti perkembangan terhadap penista agama, dan tulisan saya sekedar pendapat pribadi, abaikan saja jika anda tidak sependapat, atau acung tangan jika pemikiran kita sama :D.

" belum benar-benar islam, kalau anda tidak marah dengan apa yang di lakukan ahok pada islam ".
Alis saya langsung bertemu ketika membaca kalimat di atas, tuhan apakah islamku perlu di pertanyakan ?, apakah salah jika aku memiliki pandangan yang berbeda dengan saudara seiman yang agak radikal itu ?, setidaknya saya memiliki beberapa alasan yang cukup rasional untuk di simak.

Tidak etis saya kira, membesar besarkan masalah yang sebenarnya tidak perlu di perpanjang, penghinaan kepada al-maidah ayat51 yang secara tidak langsung menghina tuhan, otomatis selesai jika penghina sama sekali tidak berniat menghina, lebih-lebih jika dia sudah meminta maaf, adalah tugas muslim memaafkan.
Untuk apa memaksakan seseorang yang tidak bersalah mengakui kesalahannya. Ayolahhh Islam tidak pernah sepengecut itu, kalau memang ahok menghina tuhan, ingat bahwasannya allah terjaga dari tidur manusia.

Menghina sesuatu tak semerta-merta membuat yang dihina merasa terhina.

Kita hanyalah bagian-bagian kecil di antara benda-benda besar yang ada di jagad raya, bahkan kita adalah atom atau lebih kecil darinya, dan sekarang bayangkan, atom-atom ini hendak turun ke jalan untuk membela tuhan yang maha memiliki segalanya ?, benarkah tuhan membutuhkan itu ?.

Sebenarnya saya kurang setuju jika aksi ini di katakan jihad, toh musuhnya cuma satu dan tidak pernah menghalangi kita untuk beribadah, jihad seperti ini sudah batal kalau kita membaca bab kriteria untuk ber-jihad. Jika saya berpikiran pragmatis sebenarnya saya juga marah kepada ahok, tapi saya menulis dengan hukum islam yang pernah saya geluti, dan mengesampingkan ego pribadi.

Mari renggangkan urat otak yang menegang, lalu kita belajar menerima perbedaan, bukankah nabi mencontohkan yang demikian ?.
Silahkan tegakkan amar-ma'ruf tapi dengan nahi-mungkar, jangan amar-ma'ruf dengan cara ma'al mungkar. Islam yang seharusnya rahmatan lil'alamin jangan sampai menjadi celaka bagi orang lain, karena berpakaian putih putih berwajah garang dan golok di tangan sangatlah menakutkan, dan membuat orang yang ingin belajar islam memercingkan mata sambil berpikir "seperti inikah islam ?".
Mari berdo'a dalam sujud atau keyakinan masing-masing agar tuhan memberikan negeri kita aman dan damai.
Afsohi latif