Salam Hormat dari Bangku Pelajar

Afsohi Latif
Karya Afsohi Latif Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 14 September 2016
Salam Hormat dari Bangku Pelajar

Pak penguasa. surat ini bukan datang dari orang dewasa, aku adalah penulis dari bangku SMA, yang sedang sibuk bermain dengan matematika, mengelus kepala karena tak kunjung paham logaritma, atau yang kemarin masih bingung dengan rumus Kimia. bahkan, lusa aku masih harus menyelesaikan naskah drama bhs. Indonesia.
Anda tau pak ?, Saya adalah siswa sekaligus santri yang benar-benar berpegang teguh nasehat kyai, Beliyau lantang mengatakan "NKRI harga mati", hati ku bergeming saat itu juga,  bahkan gemingnya masih terasa hingga sekarang jika kata itu di ucapkan oleh orang lain.
Pak penguasa, aku belajar semangat belajar dari pak suekarno, aku belajar mencintai Indonesia dari pak habiebie, aku belajar jujur dan toleran dari pak abdur rahman.
Agama, solidaritas, status sosial, kepulauan, budaya, aku benar-benar menekuninya.
Tapi pak ?, Akhir-akhir ini ada beberapa hal gila yang mengganggu pikiran bocah ingusan ini.
Tentang bagaimana orang yang melecehkan pancasila menjadi duta yang di lecehkan.
Tentang bagaimana manusia korup masih tampil manis di acara televisi swasta.
Tentang perusahaan yang membakar habis hutan tapi lepas dari jeratan.
Tentang kopi yang membunuh dengan belasan sidang tapi tidak kunjung selesai.
Dan masalah lain yang tetap membengkak tapi masih konyol pembahasannya.
Pak penguasa, aku ingin bertanya "apa benar di istana negara banyak Mafia ? "
Pak, menurut anda apa yang akan terjadi ketika kami para pelajar menonton tayangan goyang itik yang begitu erotis dan menggairahkan, apa yang kami bayangkan ?

Yahhh anda benar .

Sekarang orang itu menjadi duta  garuda pancasila di Negara kita.
Ngilu rasanya !

Menurut anda lebih kejam mana tentara Nazi dengan tehnik holocaustnya yang membakar lebih dari 6.000 manusia, Dan tehnik 10 koruptor yang memakan uang berjuta juta rakyat indonesia ?

Sekali lagi anda sangat benar 

Salam hormat dari bangku pelajar.