Array
(
    [data] => Array
        (
            [post_id] => 46578
            [type_id] => 1
            [user_id] => 10248
            [status_id] => 1
            [category_id] => 78
            [project_id] => 0
            [title] => KEMATANGAN ANAK UNTUK MEMASUKI USIA SEKOLAH
            [content] => 
“KEMATANGAN ANAK UNTUK MEMASUKI USIA SEKOLAH
Oleh: Ai Fika Rohmatillah Romdoni

     Mempersiapkan anak masuk sekolah, tidak bisa dilakukan secara mendadak. Hal ini karena untuk mempersiapkan anak bersekolah tidak hanya sekedar anak bisa membaca, menulis dan berhitung. Edia (2012) menyatakan bahwa terdapat dua hal   perlu diperhatikan oleh orang tua sebelum anak masuk sekolah dasar, yakni; kematangan masuk sekolah (school maturity) dan kesiapan masuk sekolah (school readiness).
     Kematangan anak (Child Maturity) adalah suatu kondisi yang tampak pada perilaku seseorang untuk mampu melakukan atau mempelajari sesuatu sesuai dengan tugas perkembangannya (Wahyuni dan Wanei, 2004). Sedangkan yang dimaksud dengan kesiapan anak masuk sekolah adalah kemampuan anak mencapai tingkat perkembangan emosi, fisik, yang memadai sehingga anak mampu atau berhasil dengan baik (Fitzgerald, 2005).
     Kematangan anak terdiri atas beberapa aspek, berikut ini merupakan karakteristik dari setiap aspek-aspeknya yaitu:

Aspek Fisik.
Kematangan di bidang fisik adalah modal utama bagi anak untuk mampu melakukan kegiatan di SD mulai dari tuntutan untuk mampu duduk dalam jangka waktu yang cukup lama, kemampuan menulis, menggambar, dan sebagainya. Aspek kematangan di bidang fisik terdiri atas aspek motorik kasar dan motorik halus. Berikut ini merupakan karakteristik dari motorik kasar dan motorik halus, yaitu:
  1. Motorik Kasar
Untuk kematangan motorik kasar anak harus mampu berjalan lurus, berlari, melompat, melempar, memanjat, naik turun tangga, mengombinasikan gerakan dengan melompat, jongkok, tegak dan berguling.
  1. Motorik Halus
Untuk kematangan motorik halus anak harus mampu memegang  pensil dengan tiga jari, menggambar orang, makan sendiri, menulis angka dan huruf, mewarnai, menggunting, dan menyusun lego.

Aspek Bahasa.
Kematangan aspek  bahasa ditandai dengan anak harus mampu untuk memperkenalkan diri meliputi nama, alamat dan juga keluarganaya. Selanjutnya, anak juga harus mampu bercerita tentang keadaan rumah, sekolah dan sebagainya. Selain itu, kematangan Bahasa juga ditandai dengan anak mampu untuk menjawab setiap  pertanyaan, menyanyikan lagu, menyebutkan anggota badan, dan mampu untuk menirukan huruf dan suku kata.

Aspek Kognitif.
Aspek kognitif yang dimaksud disini tidak hanya sebatas pada  tingkat kecerdasan. Aspek kognitif menjadi dasar bagi anak untuk memenuhi tuntutan pada berbagai bidang pelajaran, baik itu membaca, berhitung dan juga ketajaman dalam identifikasi serta mengkritisi suatu masalah (Marwati, dkk., 2017). Karakteristik dari kematangan aspek kognitif adalah anak  mampu menerangkan kegunaan dari suatu benda serta mampu untuk mengenal warna, bentuk, angka atau bilangan. Selain itu, anak juga mampu untuk mengelompokan benda, memahami konsep penjumlahan dan pengurangan, membaca tanda-tanda umum seperti rambu-rambu lalu lintas, serta memiliki rasa ingin tahu yang besar.

Aspek Sosial-Emosional.
Kematangan pada aspek sosial-emosional memungkinkan anak untuk secara nyaman ‘terpisah’ dari lingkungan rumah, terutama orang tua, dan mulai memperluas lingkup sosial pada konteks pertemanan, baik dengan sebaya, dan juga dengan orang dewasa lain, seperti guru.  Kematangan  aspek sosial-emosioanl ditandai dengan anak harus mampu bermain dengan teman-temannya, tidak bergantung kepada orang tua, mampu untuk menolong orang lain, mampu beradaptasi dengan lingkungan baru seperti teman dan guru, mampu untuk berkonsentrasi dalam waktu yang cukup lama yaitu 15-20 menit, mampu untuk menunggu dan menahan keinginannya, serta anak mampu untuk mengikuti aturan dan tuntutan lingkungannya.

Aspek Kemandirian.
Kematangan aspek kemandirian ditandai dengan anak mampu untuk makan sendiri, menyikat gigi sendiri, toilet training, serta mampu untuk diatur dalam rutinitas sehari-hari seperti bangun tidur.
Setelah membahas aspek-aspek tentang kematangan anak, sekarang apa aja sih yang harus kita lakukan sebagai orang tua atau calon orang tua untuk mempersiapkan anak masuk sekolah secara matang???

Berikut ini merupakan hal-hal yang harus dilakukan orang tua untuk memprsiapkan anak masuk sekolah secara matang, yaitu:
  1. Melatih anak makan dengan menggunakan sendok dan garpu.
  2. Melatih anak untuk berjalan di titian.
  3. Melatih anak bermain lempar tangkap.
  4. Melatih anak untuk memegang pensil dengan tiga jari.
  5. Melatih anak dengan sering mendongeng dan role play.
  6. Melatih anak dengan cara sering mendongengkan cerita yang memainkan berbagai watak dan karakter.
  7. Melatih anak untuk membasuh diri setelah buang air kecil.
  8. Melatih anak untuk mandi dan berganti pakaian.
  9. Melatih anak untuk mengambil makanannya sendiri.
  10. Sering mengajak anak berkunjung ke lingkungan di luar rumah, agar anak terbiasa dengan berbagai lingkungan yang ada.
 
 
 
 
 
[slug] => kematangan-anak-untuk-memasuki-usia-sekolah [url] => [is_commented] => 1 [tags] => None [thumb] => file_1522979922.jpeg [trending_topic] => 0 [trending_comment] => 0 [total_viewer] => 113 [issued] => 0 [author] => Ai Fika Rohmatillah Romdoni [username] => afikarohmatillah [avatar] => file_1482662702.png [status_name] => published [category_name] => Psikologi [type_name] => article [kode_multiple] => [total_comment] => 0 [total_likes] => 0 [created_at] => 2018-04-06T08:58:42+07:00 [updated_at] => 2018-10-03T22:28:09+07:00 [deleted_at] => ) [process_time] => 32.226525ms [status] => 200 )