Dunia dan Akhirat adalah Nuansa

Afif Luthfi
Karya Afif Luthfi Kategori Inspiratif
dipublikasikan 02 Februari 2016
Dunia dan Akhirat adalah Nuansa

Sering kita dengar ucapan, ?Jangan ngurus dunia aja, akhiratnya juga dong, biar seimbang.?

Apa yang dimaksud dengan dunia & akhirat di sana?

Sebagai contoh, misalkan saya diharuskan meeting pada Senin depan di sebuah perusahaan besar untuk bersama-sama menjalankan proyek pemberdayaan orang kurang mampu di suatu daerah.

Saya ditegur oleh teman karena terlalu sibuk sampai-sampai belum bisa datang lagi ke kajian rutinan setiap minggu.

Lalu teman saya itu berseloroh seperti di atas, ?Jangan ngurusin dunia aja, dong.? Betulkah dia tahu apa yg dia bicarakan? Betulkah dia tahu apa yg saya lakukan?

Maka izinkan saya menjelaskan lewat perspektif lain bahwa DUNIA & AKHIRAT adalah (juga) nuansa.

Saya beserta perusahaan menjalankan proyek pemberdayaan orang kurang mampu bertujuan agar mereka mandiri. Mengubah mental meminta menjadi pengusaha. Yang dengannya ia bisa bersedekah harta, qurban, menyekolahkan anak demi ilmu, menjauhkan dari kekufuran, dan bisa membeli alat-alat peribadatan sendiri. Kebayang mereka hanya punya satu mukena / satu sarung seumur hidupnya. Sudah kucel, lecek pula.

Apakah ini sangat duniawi? Justru sebaliknya, akhirat sekali.

Mungkin orang yang gemar studi hanya untuk meraih gelar bergengsi, pangkat tinggi, pengakuan, dan uanglah yg sangat duniawi.

Bisa jadi juga dia yang pakai hijab hanya untuk dibilang alim & trendilah yg sangat duniawi (baca: pujian manusia).

Dunia & akhirat adalah nuansa. Siapa tahu, dia yg nampaknya bekerja keras seharian, lelah di pundak karena mengangkut batu dengan bahagianya datang ke rumah walau hanya membawa beberapa lembar rupiah. Dengannya ia bisa menafkahi seseorang yg selalu menyeka keringatnya setiap petang, sesekali membelikan anaknya buku Iqro agar tak lagi meminjam, menjadi fasih dalam belajar Al Quran.

Bukankah ini sangat akhirat? :)

?

Afif Luthfi