Pacaran Tidak Menjelaskan Apapun Tentang Jodoh

Afif Luthfi
Karya Afif Luthfi Kategori Inspiratif
dipublikasikan 10 Februari 2017
Pacaran Tidak Menjelaskan Apapun Tentang Jodoh

Pacaran tak pernah menjelaskan apapun tentang jodoh. “Kan, biar saling mengenal”. Yakin berpacaran membuatmu mengenal sepenuhnya tentang dia yang masih asing untukmu itu ? lalu, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk betul-betul mengenalnya ? satu hari ? satu minggu ? satu bulan ? atau sampai bertahun-tahun lamanya ? kalian tak bersama dalam waktu 24 jam penuh, juga belum tinggal dibawah satu atap yang sama. Selama apapun bersama, sesungguhnya berpacaran tak akan pernah membuatmu betul-betul mengenalnya.
 
Kan, kita saling sayang”. Bagaimanapun bentuk sayang, berpacaran tak pernah jadi alasan yang benar. Ada emosi yang terus menggebu, dan kontak fisik yang semakin hari semakin menjadi kebiasaan. Ia belum sah menjadi milikmu, pun sebaliknya.
 
Sungguh, pacaran tak pernah menjelaskan apapun tentang jodoh.
 
Karena jika sudah jodohnya, Allah Yang Maha Sempurna sungguh-sungguh merancang skenario-Nya dengan sangat Indah. Tak perlu mengenalnya sampai bertahun-tahun, jika memang jodohnya Allah akan menumbuhkan rasa yakin juga percaya, bahkan bisa jadi saat itu juga, di pertemuan kesatu atau kedua.
 
Pacaran tak pernah menjelaskan apakah ia pasti menjadi jodohmu atau bukan. Jangan-jangan justru selama ini dirimu “mejaga” jodoh orang. Tak apa jika dirimu menyesal karena dulu pernah pacaran, itu bagus. Artinya dirimu sudah tahu ke mana haluan yang lurus. Menyesal dari cara mencintai yang salah tanda bahwa dirimu setahap lagi bergerak menuju perbaikan diri.
 
Ya. Aku tahu tentang itu, yang dirimu tanyakan dahulu. Tentang mereka yang berpacaran tapi akhirnya menikah juga. Bahkan ada yang langgeng tanpa putus di tengah jalan. Sekarang izinkan aku untuk menjelaskannya. Mereka yang memilih jalan berpacaran, sudah barang tentu terlepas berkah dan terlekat dosa. Kita tidak pernah tahu, cerita mereka akan mengizinkan anak-anaknya nanti, pengikutnya di media sosial, untuk melakukan hal yang sama. Dan yang tidak pernah kita tahu, sampai mana aktivitas tidak halal ini dilakukan. Tak perlu menunggu sampai kaki terkulai lemas. Gemetar menyaksikan korban lain terpampang di halaman berita.
 
Sudah sangat banyak contohnya mereka yang kebablasan dalam pergaulan berawal dari aktivitas pacaran. Beberapa di antara mereka menikah, lalu apakah keberkahan membersamainya? Beruntung bagi mereka yang bertaubat sebelumnya. Sebelum mereka betul-betul mengucapkan janji setia dalam pernikahan yang agung.
 
Pacaran tak menjelaskan apa pun tentang jodoh. Pacaran hanya menjelaskan sampul, adegan, atau ketidakpahaman.
 
 
Ditulis oleh: Afif Luthfi
Illustration: lovefolksfilm

  • view 142