Trainer Story #1 - ASAL MANGGUNG

Afif Luthfi
Karya Afif Luthfi Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 08 Januari 2017
Trainer Story #1 - ASAL MANGGUNG

Sejak masa orientasi siswa waktu SMA, saya mendadak dikenal oleh seantero penduduk sekolah. Mengapa? Karena saya berani lantang memrotes para "Madis" (sebutan untuk Manusia Disiplin) saat itu yang dirasa terlalu "sadis" dalam menegakkan kedisiplinan saat MOS. Mereka adalah senior-senior kelas 3 sedangkan saya adalah anak bau kencur, plontos, kering, kurus, yang hanya dengan bermodalkan keberanian berdiri di atas panggung--disaksikan oleh semua siswa dan guru--membacakan syair yg berisikan kecaman terhadap "Madis" tersebut. Bak WS Rendra, menjadi singa dengan kata-katanya. Haha... (sambil gemeteran + keringet dingin)
 
Memasuki kuliah tahun 2007, praktis mata kuliah yg paling saya sukai di semester pertama yaitu "Retorika (Public Speaking)". Pernah didapuk sebagai story teller terbaik (waktu itu mengisahkan "Di atas Sajadah Cinta" karya Kang Abik), membuat saya semakin bersemangat jika ada acara-acara yg mengharuskan saya untuk bicara di depan banyak orang.
 
Titik lompatan itu berawal saat saya diminta untuk menjadi moderator dalam acara talk show "Semarak Ramadhan 2009" yg diselenggarakan oleh salah satu EO yg bekerjasama dengan MQ. Waktu itu narasumbernya adalah Dr. Tauhid Nur Azhar. Dokter yang cukup populer karena selain sering mengisi acara publik, kocak, juga sudah menghasilkan karya buku-buku yg keren.
 
Bagaimana caranya saya bisa diundang?
Masih ingat tampilan Facebook lawas? :D Facebook pernah menampilkan format profil picture itu di kiri atas (belum ada cover), dan kita bisa memberikan deskripsi bionya di bawah foto. Modal KEBERANIAN, saya pasang di bio seperti ini:
"Bagi teman-teman yg ingin mengundang saya sebagai Trainer/Motivator/MC/Moderator hub CP: 085724338872"
Sok-sok'an punya CP / manager :D padahal itu nomor saya sendiri, hehe. Tapi saya komit, status-status alay bin menyedihkan, foto-foto yang "Apaan sih ini, gak banget!", saya hapus, diganti dengan status-status dan gambar inspiratif agar orang juga banyak mendapatkan manfaat dan aware dengan keberadaan saya waktu itu.
 
Akhirnya adalah seseorang dari EO tersebut yg tertarik mengundang saya ke acara. Bingung! Saya tidak tau caranya menjadi moderator. Pokoknya saya terima dulu undangannya, baru mikir, googling, dan berlatih sendiri. Saya setel MQ setiap hari, dan saya tiru bagaimana cara bertanya dan bersuara ala Agus Al Muhajir, salah satu senior radio announcer di MQ pada waktu itu.
Hasilnya alhamdulillah cukup memuaskan. Akhirnya saya diundang lagi oleh orang tersebut untuk mengisi di kampusnya, salah satu sekolah tinggi kenamaan di Bandung. Di tahun yang sama, saya diundang untuk mengisi training di kelas kecil bagi mahasiswa baru. Ini tidak ada masalah.
 
Nah, yang kedua adalah tahun 2010, tidak main-main, acaranya adalah "training motivasi" yang dihadiri oleh seluruh mahasiswa baru di kampus tersebut dan saya harus mengisi selama kurang lebih 2 jam. Ini gila! Saya belum punya pengalaman mengisi acara seperti itu. Tapi saya percaya bahwa 10.000 jam dimulai dari 1 jam pertama. Jadi, saya harus percaya diri bahwa saya bisa. Kalau tidak sekarang, kapan lagi. Betul, kan ya? Dan saya tegang, gugup, terus-terusan berdoa dan berpikir gimana caranya supaya ngomong bisa lancar. Walhasil setelah acara ini selesai, hampir semua peserta menangis termehek-mehek. Terutama yang cowok :D
 
Sejak dari itulah, saya merasa ketagihan untuk sharing di atas panggung. Pokoknya bagaimana caranya agar saya bisa manggung lagi dan lagi (asal manggung). Sejak pada hari itu, saya mulai menekuni dan menghargai kesempatan bicara di di depan banyak orang. Sejak dari sanalah, saya mulai disebut sebagai trainer dan motivator, sekaligus kesalahan terbesar pertama saya dimulai...
 
 
Afif Luthfi
 
*Simak kelanjutan ceritanya terus, ya :) Thanks for reading
 

  • view 188