Jika Jodohmu Bukan Cerminanmu

Afif Luthfi
Karya Afif Luthfi Kategori Inspiratif
dipublikasikan 31 Januari 2016
Jika Jodohmu Bukan Cerminanmu

Aku sempat merenung, bagaimana jika jodohmu bukan cerminan dirimu. Sebetulnya engkau tidak harus sendiri sampai saat ini, jika saja?yang sebetulnya bisa menjadi pasanganmu?engkau tak menolaknya hanya karena masalah selera. Engkau berdoa agar didekatkan jodoh, tapi berpikir dan mencari seolah jodoh itu masih berada di tempat yang jauh. Padahal mungkin ia ada di sekitarmu, pernah berjumpa denganmu.

Bagaimana jika jodohmu bukan cerminan dirimu. Engkau yang sedang memantaskan diri dan sudah lebih baik sedangkan dia masih berkekurangan ini dan itu padahal engkau adalah penyempurnanya. Pelengkapnya.

Bukankah cermin akan selalu terlihat sama. Aku dan aku yang di sana. Saat kau berikannya senyum, dia tersenyum. Saat kau mendekat, ia juga mendekat. Punya paras, bentuk, dan rona yang sama. Apakah yang baik pasti bersanding dengan yang baik? Lalu yang buruk pasti bersanding dengan yang buruk?

Nuh, Luth, dan Asyiah mengisyaratkan: ?Tidak?. Karena jodoh bukan hukum cermin. Kau masih harus berupaya menjemputnya di tempat yang baik dengan cara yang baik. Kau perlu patuh bahwa agama adalah hal yang menjadi ukuran utama meski engkau boleh memilih karena harta, keluarga, atau parasnya. Engkau masih perlu menengadah memohon dan merayu pada-Nya, agar disandingkan dengan ia yang bisa membimbingmu dengan teduh, tempat melabuhkan rindu dengan utuh.

Bisa jadi jodohmu bukan cerminan dirimu. Ia begitu berbeda dengan segala sifat-sifatnya, hal yang disukainya, atau yang paling tidak disukainya. Namun setelah menikah, berhadapan seperti cermin tidak lagi sering, karena ada yang lebih penting untuk ditatap, yaitu jendela yang sama untuk dihadap. Sebuah jendela menuju surga-Nya, bersama-sama.

Afif Luthfi

?

Sumber Gambar