Mencintai Tak Boleh Diam

Afif Luthfi
Karya Afif Luthfi Kategori Inspiratif
dipublikasikan 30 Januari 2016
Mencintai Tak Boleh Diam

Mencintai dalam diam? Ini paradoks. Misalkan saja saya memintamu untuk bergerak dalam diam atau menari dalam diam. Bisakah? Tentu tidak. Sejatinya kata ?mencintai? adalah kata kerja. Sepertinya hampir semua manusia sepakat bahwa cinta perlu bukti, bukti sejati. Maka cinta akan selalu menagih dari dirimu tentang nafsu atau murni, palsu atau asli.

Mencintai tak boleh diam. Engkau mencintai Rabb-mu dengan segala upaya pengabdian dan penghambaan mulai dari pagi hingga pagi lagi dan begitu terus setiap hari. Setiap hela napas hingga terhenti.

Mencintai tak boleh diam. Engkau mencintai Rasulmu dengan melaksanakan anjurannya, meneladani setiap perilakunya, dan memerhatikan tentang apa yang dilarangnya, memberikan salawat serta salam kepadanya.

Mencintai tak boleh diam. Engkau mencintai kedua orang tuamu dengan berbakti kepadanya, membantunya, mendoakannya, merawatnya saat mereka sudah tidak bisa bekerja sendiri lagi.

Itulah cinta.

Maka saat engkau sedang sendiri dan mencintai seseorang, jangan pernah diam. Jika siap, datangi kedua orang tuanya, minta restu darinya. Jika tidak, berpuasalah, hindari perilaku yang semakin menjauhkanmu dari kesucian. Jangan berikan dia harapan ketidakpastian. Apalagi main-main dan hanya mengejar kesenangan. Berdoalah, minta petunjuk dan keyakinan. Tapi setelah itu lihatlah dirimu sekali lagi. Sekali lagi.

Mencintai tak boleh diam. Ada perasaan untuk dibenahi. Ada lisan untuk diperbaiki. Ada akhlak yang perlu dipelihara untuk selalu terpuji. Ada Tuhanmu yang seharusnya semakin sering kau sebut dan dekati. Bukankah Dia pemilik jiwa. Penggenggam setiap makhluk yang bernyawa. Pembolak-balik hati manusia. Bertasbihlah, bersujudlah, berdoalah. Karena Allah akan mencintai hamba-Nya yang bersungguh-sungguh, bukan yang diam. Karena mencintai tak bisa menunggu, mencintai harus sekarang. Cintai Rabb-mu dulu, maka Allah akan mempersatukan engkau dengan jiwa kecintaan pilihan-Nya. Semoga.

Afif Luthfi

?

Sumber Gambar