Jangan Pusing Tentang Jodoh

Afif Luthfi
Karya Afif Luthfi Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 30 Januari 2016
Jangan Pusing Tentang Jodoh

Sore itu, setelah hujan reda dan matahari malu-malu mulai redup, di beranda atas menghadap langit Yogyakarta yang begitu anggun kami masih melanjutkan percakapan. Fahmi nampaknya terus meletup-letup setelah perbincangan tentang kebiasaan buruk anak muda sekarang menghadapi tahun baru dengan penuh kemubaziran. Walau tetap aku terus mencoba mengoreksi perkataannya yang seolah-olah semua anak muda seperti itu. Sementara sambil mendengarkannya dengan seksama, dua cangkir teh hangat yang kami minum dari tadi belum habis juga. Tiba-tiba saja topik yang Fahmi bicarakan beralih. Jodoh. Topik yang selalu hangat ?untuk dibicarakan.

?Sekarang aku mau nanya sama kamu, Bay.? Ujar Fahmi bersemangat. ?Menurutmu jodoh bagian dari nasib atau takdir??

?Menurutmu?? Tanyaku sambil disusul dengan menyeruput teh buatan si mbok barusan.

?Menurutku jodoh adalah takdir. Sejak kita lahir dan kalau tidak salah sejak berumur sekian bulan, rezeki, mati, dan jodoh kita sudah Allah tentukan.? Jelas Fahmi.

?Jadi, kamu percaya bahwa jika dua orang telah ditakdirkan bersama, berjodoh, apapun halangannya pasti bertemu, begitu?? tanyaku.

?Iya, Bay!? tegas Fahmi.

?Kalau begitu kamu jangan menolak jika jodohmu nanti adalah seseorang dengan pekerjaan buruk di malam hari.?

?Na?udzubillah! Hiyyy, jangan gitu dong ngomongnya. Kok kamu mendoakan yang gak baik.?

?Lho, bukannya sudah ditentukan dalam suratan takdir. Tertulis di langit sana. Kamu tidak bisa berbuat apa-apa, dong.?

?Ya, kita juga berhak memilah dan memilih, dong. Mencari jodoh yang baik-baik, lah.? Tukas Fahmi.

?Tadi kamu bilang kalau jodoh sudah ditentukan. Kalau jodohnya A, ya A. Jodoh tidak akan tertukar, kan??

?Jadi bagaimana, dong sekarang. Saya pasrah aja, begitu??

?Bukannya doa bisa mengubah takdir, Mi? ?Rasulullah shollallahu ?alaih wa sallam, kan bilang seperti itu, ?Tidak ada yang dapat menolak takdir (ketentuan) Allah selain doa dan tidak ada yang dapat menambah (memperpanjang) umur seseorang selain (perbuatan) baik.?

?Oo? iya juga, ya. Terus, bagaimana kata orang-orang kalau jodoh itu cerminan diri kita. Laki-laki yang baik untuk perempuan yang baik juga sebaliknya. Perempuan yang buruk untuk laki-laki yang buruk juga sebaliknya?? Tanya fahmi penasaran.

?Memang kamu meyakininya bagaimana, Mi??

?Menurutku, kalau kita berusaha terus memperbaiki diri, meningkatkan kualitas diri, Insya Allah kita juga akan disandingkan dengan yang juga sama-sama baik.? Jawab Fahmi bijak.

?Katanya? tadi bilang jodoh sudah ditentukan. Bukankah seharusnya tidak bisa diubah-ubah lagi. Kalau kamunya baik sedangkan Tuhan menentukan kamu bersanding dengan perempuan buruk sikap, buruk pekerjaan, kamu mau??

?Enggak, lah Bayuuuu? aku pasti enggak mau?

?Jadi kamu berhak memilih, kan???Tentu! Tapi?? Fahmi masih berusaha melanjutkan. ?Aku jadi paham kalau banyak orang yang salah paham tentang ayat itu. Aku suka lihat dan dengar katanya begitu, yang baik ya pasti dengan yang baik lagi, yang buruk dengan yang buruk lagi. Jadi gimana, sih??

?Kamu pelajari lagi? ayat itu bukan tentang ayat hukum, itu adalah isyarat agar kita sebagai hamba berupaya dalam urusan jodoh.?

?Maksudmu bagaimana bukan ayat hukum??

?Jika itu adalah ayat hukum, maka sifatnya sama seperti firman yang menerangkan jiwa yang bernapas pasti akan merasakan mati. Maksudku, jika itu adalah ayat hukum, tidak mungkin Asiyah yang salihah bersanding dengan Firaun. Tidak mungkin Nuh as. dan Luth as. memiliki istri pembangkang dan tak beriman.?

?Oh iya juga, ya. Jadi bagaimana mereka bisa berjodoh??

?Entahlah. Aku kan tidak hidup di zaman mereka. Mungkin ada ceritanya sendiri atau Allah menghendaki lain dengan kekhususan tertentu agar menjadi pelajaran seumur hidup kita, umat manusia. Tentu Allah Maha Adil, ganjaran surga bagi orang yang tetap memelihara iman dan ketakwaan meski pasangannya berperangai buruk.?

?Sebentar, aku jadi berpikir bagaimana dengan ungkapan ?Salah milih jodoh??. Tany Fahmi bersemangat.

?Naaaaaah???? kami saling tunjuk dan mengucapkan ini berbarengan.

?Katanya ada ungkapan begini, Bay. Jodoh itu bukan yang kamu cintai sekarang, yang melakukan ijab kabul dengan walinya saat akad, itulah jodohmu.?

?Jadi yang salah orang yang memilihnya atau jodohnya??

?Hahaha ya? yang milihnya dong.?

?Itu dulu mereka bagaimana ceritanya bisa jatuh cinta??

?Ya, sudah banyak contohnya sih, Bay. Artis kawin cerai kemudian memberikan pernyataan bahwa berpisahnya adalah karena alasan sudah tidak cocok. Ya, salah milih jodoh juga katanya.?

?Berarti jika memang salah memilih jodoh. Dia sebenarnya jodoh orang lain, begitu? dan saat mereka melangsungkan akad, itu juga sebenarnya bukan jodohnya??

?Ah, Bayu aku jadi pusing.?

?Begini Fahmi, kalau kamu diciptakan hidup di dunia ini, itu sudah ketentuan dari Allah. Tapi kalau kamu memilih untuk mengakhiri hidupmu dengan cara bunuh diri, itu kemauanmu sendiri yang mendahului kehendak Allah. Begitu juga dengan ia yang telah menikah, cerai adalah kemauan mereka padahal Allah sangat membencinya. Tak ada yang salah dengan jodoh, tak ada yang salah dengan cinta, yang ada adalah kekeliruan sikap dari manusianya sendiri. Pun jika harus cerai, semua sudah diatur oleh Islam tentang ketentuan mereka berdua.?

?Jadi, jika memang?misal?seseorang menikah lagi karena ditinggal oleh almarhum suaminya maka pasangan barunya adalah jodoh juga, begitu??

?Kamu sekarang paham kan kalau jodoh tidak hanya satu??

?Aku mengerti, jodoh yang pantas bagi kita bisa jadi tidak satu. Tapi kita berhak memilih yang baik, dan Allah-lah yang merestui.?

?Hmmmm?..? sambil menyeruput teh, aku mengangkat alis tanda setuju.

?Kenapa jodohku engga dateng-dateng ya, Bay??

?Mungkin kena macet di hati orang, hahaha?

?Aaaaah kau!?

?Tenang aja, Mi. Jodoh gak akan ke mana-mana, saingannya aja yang di mana-mana, xixixixi?

?Huh!? Fahmi melempar ampas kulit kacang kepadaku.

?Aku ambil kesimpulan dulu ya. Berarti ada orang yang dia hanya memiliki jodoh di dunia saja, di akhirat dia berpisah. Seperti kisah Nabi tadi, karena kebersamaan dunia-akhirat ditentukan oleh kekompakan pasangan itu sendiri. Sama-sama taat, atau salah satunya terlaknat.?

?Betul, Mi. Amal adalah tanggung jawab masing-masing.?

?Berarti ada juga orang yang tidak dapat jodoh di dunia, tapi di akhirat nanti dia mendapatkannya di surga??

?Menurutmu saudara kita yang mati syahid di usia belia dan belum menikah itu, di surga tidak mendapatkan apa-apa??

?Aku mengerti, tapi walau begitu kita tetap harus berikhtiar maksimal. Menjemput jodoh dengan cara memperbaiki diri, melibatkan Allah dalam setiap ikhtiar dan doa, menemukannya di tempat yang baik, ?dengan cara yang baik-baik. Gitu, ya Bay??

?Yap!??Aku selalu berdoa, Bay agar aku didekatkan dengan jodohku.?

?Makanya jangan cari jauh-jauh ke Turki. Bisa jadi Allah sayang padamu dan mengabulkannya sehingga sebenarnya jodohmu ada di dekatmu sekarang.?

?Hahaha, kamu bisa aja. Ya, gak apa-apa dong punya cita-cita orang Turki.?

?Ah, dasar. Ya sudah, kita bereskan minuman ini, yuk. Sebentar lagi azan magrib. Kita siap-siap ke masjid.?

?Kapan-kapan aku diskusi lagi ya, Bay.?

?Anytime my brother ;)?

?Ada nasihat untukku??

?Jangan pusing tentang jodoh. Jangan terlalu sibuk mencari, sibuklah menjadi. Biar kalian segera berhenti dari pencarian karena sudah saling menemukan dengan skenario-Nya Yang Maha Indah. Teruslah perbaiki diri, aku pun juga begitu. Kamu tetap berhak memilah karena jodoh kamu sendiri yang memilih. Di antara pilihan karena harta, paras, dan keluarga, pilihlah karena Agamanya.?

?Insya Allah??

dan azan magrib pun berkumandang, sementara kami bergegas untuk pergi bersama-sama, menutup senja dengan terus menjawab panggilan seruan-Nya.

Afif Luthfi

?

Sumber Gambar