Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Inspiratif 30 Januari 2016   14:03 WIB
Cara Benar untuk Move Up

Jika kamu sudah move away, tegas menjauhkan diri dari apa yang buruk bagimu. Lalu move on, terus menjalani kehidupan dengan sebaik-baiknya. Maka jalan di tempat saja tidak cukup, kamu perlu MOVE UP! Naik ke kelas kehidupan yang lebih baik.

Dear muslimah, hidup ini layaknya sebuah pendakian gunung. Untuk melihat hal-hal indah dari atas, kita harus menaiki bukit selangkah demi selangkah hingga akhirnya sampai ke puncak. Begitu pula dalam hidup, untuk mendapatkan kualitas pribadi yang lebih baik, kita perlu menempa diri step by step hingga menjadi muslimah yang sukses dan mulia.

Tidak jarang selama proses pendakian kita akan menemukan terjalnya medan, jalan yang licin, pohon berduri, suhu yang menggigit kulit sehingga timbul hasutan dalam batin, ?Udah, sampai sini aja, mending balik lagi ke bawah lebih aman dan nyaman.? Akhirnya, kita malah mengalami kemunduran. Tadinya sudah fokus studi, malah terlalu banyak main dan melamun. Tadinya sudah berjilbab anggun nan syar?i, kembali dilepas. Tadinya mau buat usaha fashion, urung karena takut gagal. Misalnya. Nah, maka dari itu, agar hidup kita nanjak terus, tips berikut ini bisa jadi masukan berharga buat kamu yang betul-betul ingin MOVE UP:

1. Perbaiki kuantitas & kualitas ibadah

Jiwa ini perlu dicas terus agar senantiasa ?hidup? dan peka dengan petunjuk dari Allah. Maka perbanyak lagi tilawah dan telaah, amalan sunnah, sempurnakan wudhu, lebih tumaninah lagi dalam salat dan banyak-banyak berinteraksi dengan-Nya lewat doa-doa. Libatkan Allah Swt. dalam setiap aktivitas kita.

2. Perbaiki pergaulan

Hindari bergaul dengan orang yang membawa kita kepada keburukan. Lebih baik bergaul dengan orang-orang salih, positif, berpengaruh besar dan berilmu agar kita terinspirasi, terbawa maju, lebih semangat dalam mencapai impian-impian kita. Saya sering menemukan orang-orang seperti ini di acara-acara komunitas. Bertemanlah dengan semua orang, namun bergaulah hanya dengan pribadi-pribadi pilihan.

3. Tetapkan impian

Kalau kamu memesan taksi kemudian duduk, biasanya akan ditanya oleh supir, ?Mau ke mana, mba?? Nah, kalau ternyata kamu menjawabnya dengan, ?Ke mana ajalah, pak? kira-kira apa yang akan dilakukan si supir? Kemungkinan dua:

  • Ditanya bahwa kamu punya uang berapa (misalnya Rp 100.000), maka taksi akan keliling sampai argonya mendekati Rp 100.000 lalu kamu diberhentikan di tengah jalan.
  • Dibawa ke rumah sakit jiwa :D

Lebih baik jika kita punya tujuan, misalnya ?Tolong antarkan ke Monas, ya?. Meski sang supir kemungkinan akan mencari jalanan macet agar argo lebih mahal. Tapi apa yang terjadi jika kamu bilang seperti ini, ?Tolong antarkan ke Monas, ya, pak karena saya ada pertemuan penting, dalam 30 menit harus sampai?. Kemungkinan besar supir itu akan melaju dengan kencang atau mencari jalan tikus agar lebih cepat sampai ke tujuan.

Maka tetapkanlah impian dengan jelas, tiga atau lima tahun lagi mau membuat apa, menjadi apa, mau pergi ke mana, atau sudah memiliki apa dan dengan cara bagaimana. Impian penting agar kamu terus termotivasi untuk membahagiakan diri dan orang-orang yang kamu cintai.

4. Cari mentor atau guru kehidupan

Carilah seseorang yang bisa menjadi contoh bagimu, mengajarimu sesuatu, membimbing, atau memberikanmu pandangan-pandangan baru. Muhammad Ali pun walau kita tahu dia adalah petinju hebat, tetap punya pelatih karena ia tahu, ada celah dalam diri yang hanya bisa dilihat oleh sang pelatih. Mentor tidak harus satu. Di bidang kepenulisan, bisnis, motivasi, agama, fashion, kreatif, dll. semua punya tokohnya yang bisa dijadikan mentor. Mintalah dengan santun untuk berguru kepadanya.

5. Milikilah Rutinitas

Man jadda wa jada. Siapa yang bersungguh-sungguh, dia akan berhasil. Milikilah rutinitas yang mendekatkan pada keberhasilan atau setidaknya peningkatan kualitas. Misalnya jika kamu ingin jadi penulis, mulailah menulis dan membaca setiap hari. Jika kamu ingin menjadi fotografer profesional, mulailah mencari referensi teknik dan praktik memotret setiap minggu lalu publikasikan dan minta saran. Salah satu murid saya yang bernama Bruce Lee (hahaha, pede amat yah :D ) pernah bilang, ?Saya lebih takut kepada orang yang berlatih satu jurus lalu diulang-ulang 1000 kali daripada orang yang berlatih 1000 jurus tapi hanya diulang sekali.? So, bangun kebiasaan positif, buang kebiasaan negatif.

6. Jadilah pembelajar sejati

Stay hungry, stay foolish. Begitu kata almarhum Steve Jobs, CEO Apple yang terkenal dengan penemuan iPhone-nya. Tetaplah terbuka dan belajar dari siapa pun, kapan pun, dan di mana pun. Jangan batasi dirimu hanya belajar kepada yang lebih tua atau senior, atau satu kelompok. Kita bisa belajar kepada yang lebih muda sekalipun. Tetaplah rendah hati dan terus belajar. Jangan pelit ilmu, bagikan lagi.

7. Tantang diri dan syukuri keberhasilan kecil

Kadang kita baru bisa maju jika ada tantangan. Maka tantanglah diri sendiri dan tanggung sendiri konsekuensinya. Misalnya, jika dalam satu minggu ini saya tidak habis membaca satu buku, maka saya harus lari selama 30 menit di akhir minggu. Tapi jika kamu berhasil, rayakanlah kemenangan kecil itu, misalnya dengan memberi hadiah kepada ibu. Jika kamu punya sesuatu yang lebih menantang diri untuk berkarya, lakukan! Jika belum berhasil, ambil tanggung jawab. Jika berhasil, syukuri dan rayakanlah.

Afif Luthfi

?

Sumber Gambar

Karya : Afif Luthfi