Aku Tidak Bisa Tidak Menghubungimu

Afif Luthfi
Karya Afif Luthfi Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 12 Agustus 2016
Aku Tidak Bisa Tidak Menghubungimu

"Kamu sudah sampai?", tanyamu penuh penasaran. "Iya, sudah, sebentar ya." Jawabku singkat. Sementara telepon genggam ku taruh di dalam jaket, aku sibuk untuk menandatangani formulir pesanan kamar hotel dan membawa barang-barangku ke kamar. Sudah merupakan kebiasaanku membawa koper sendiri kecuali jika jumlah barangnya sangat banyak.

"Gimana kamarnya, nyaman?" Kamu berusaha memastikan. "Lebih dari nyaman. Bahkan saat aku membuka gorden, aku bisa lihat ada seberkas cahaya dari senyummu memantul di situ."

"Ih, lebay deh." tukasmu.

Langit sore itu memang sedang indah-indahnya. Dari jendela belakang kamar, tampak iring-iringan burung entah ke mana. Sedangkan di ujung sana tampak matahari mulai redup namun telah berhasil menguningkan senja yang istimewa.

"Ya sudah kalau gitu kamu istirahat. Besok kan sudah mulai tugas. Aku ga akan ganggu kamu dulu. Kabari aku kalau sudah waktunya pulang, ya." Ujarmu dengan penuh perhatian. Tapi aku tak puas mendengarkan kata-katamu.

"Besok pun sebelum acara, aku akan menghubungimu." balasku. "Kenapa?" Tanyamu keheranan.

"Aku tidak bisa tidak menghubungimu. Kamu penyemangatku dalam hitungan detik. Setidaknya, aku ingin selalu tahu kabarmu setiap pagi, setiap malam." Aku mempertegas.

"Selalu ada waktu untuk kita jika meniatkannya. Aku merasa lebih bahagia & siap tampil jika bisa menyapamu dan mendengar dukungan apapun darimu." Lanjutku.

Jeda beberapa detik, aku tidak tahu apa kalimat berikutnya yang sedang kamu persiapkan.

"Tuh aku sudah kirim foto. Dilihat, ya!"

Usai bertelepon, langit sore semakin jingga. Entah sudah berapa iring-iringan burung yang dari tadi lewat tepat di depan jendela kamar lantai sepuluh ini. Kulihat foto kirimanmu itu, ternyata foto cantik dirimu sendiri yang tengah senyum melambai ke kamera. "Good luck!" Kamu menambahkan sendiri kata-kata itu di atas kepala dengan huruf sederhana.

Sesederhana sore ini dengan senyum kita yang saling berjauhan namun mendekatkan.

Afif Luthfi