Caramu Memandang

Afif Luthfi
Karya Afif Luthfi Kategori Inspiratif
dipublikasikan 30 Januari 2016
Caramu Memandang

Saat saya menjumpai toko kaca mata, banyak sekali model yang ditawarkan oleh penjual tersebut. Namun di sudut sebelah saya melihat berjajar kaca mata yang memiliki lensa-lensa unik. Selain dari bentuk frame-nya yang tidak lazim, warna lensanya pun beragam. Seketika saya mencoba kaca mata dengan lensa hitam bak seorang artis atau mendadak menjadi seperti agen rahasia. Namun begitu saya ganti dengan yang berlensa merah, rasanya seluruh ruangan seperti darah dan terbakar, perih. Begitu juga dengan lensa biru yang membuat seluruh pandangan seperti sedang berada di dalam air. Namun begitu saya ganti kembali menjadi lensa bening, semua warna dapat terlihat jelas dan mudah dibedakan.

Sejenak saya merenung, bagaimana jika aktivitas memandang ini berhubungan erat dengan kehidupan? Agaknya kita perlu belajar dari kisah berikut.

Suatu pagi, melalui jendela kaca rumah, seorang istri melihat tetangganya sedang menjemur kain.

?Cuciannya kelihatan kurang bersih ya,? kata sang istri. ?Sepertinya dia tidak tahu cara mencuci pakaian dengan benar.?

Suaminya menoleh, tetapi hanya diam tidak memberi komentar apapun. Sejak hari itu setiap tetangganya menjemur pakaian, selalu saja sang istri memberikan komentar yang sama tentang kurang bersihnya si tetangga mencuci pakaiannya.

Seminggu berlalu, sang istri heran melihat pakaian-pakaian yang dijemur tetangganya terlihat cemerlang dan bersih, dan dia berseru kepada suaminya:?Lihat, sepertinya dia telah belajar bagaimana mencuci dengan benar. Siapa ya kira-kira yang sudah mengajarinya?

Sang suami berkata, "Tadi saya bangun pagi-pagi sekali dan membersihkan jendela kaca kita.?

Dan begitulah kehidupan. Apa yang kita lihat pada saat menilai orang lain tergantung kepada kejernihan pikiran (jendela), dengan lensa apa kita memandangnya. Think Positive!

?

Afif Luthfi

  • view 136