Seni Menunggu Jodoh

Afif Luthfi
Karya Afif Luthfi Kategori Inspiratif
dipublikasikan 11 Agustus 2016
Seni Menunggu Jodoh

Apakah ada sesuatu yang sedang kamu tunggu-tunggu saat ini? Mario Teguh pernah berujar, "Kualitas dari yang ditunggunya ditentukan oleh kualitas yang dilakukan hari ini." Termasuk perihal jodoh. Misalnya jika ada dua orang perempuan yang dihadapkan pada pertanyaan, "Apa yang kamu tunggu pada 3 tahun yang akan datang?" Jika masing-masing punya jawaban sendiri, A menjawab sedang menunggu sebuah pekerjaan baru, B sedang menunggu kabar kepastian dari si dia yang entah akan menikahinya atau tidak. Kita akan bisa melihat seperti apa kualitas yang ditunggunya tersebut dari yang dilakukannya saat ini.

Apakah mereka sama-sama mempersiapkan diri, tekun berikhtiar  dan meningkatkan kualitas pribadi dengan baik atau justru malah berbuat sia-sia, malas memperbaiki diri dan menyerahkan nasib tanpa upaya. Jika memang yang ditunggunya betul-betul penting dan berkualitas, maka ia akan bersungguh-sungguh saat ini. Kecuali jika itu hanya sebatas harapan sambil lewat.

Jadi, ada yang lebih penting dari sekadar apa yang ditunggu yaitu aktivitas apa yang dilakukan selama menunggu. Misalnya jika kamu menunggu hari pernikahan bisa tercapai dalam waktu tiga tahun maka selama itu kamu akan mempersiapkan apapun agar hari yang ditunggu-tunggu itu bisa terwujud dengan indah.

Kamu bisa memilih jalan pacaran, coba-coba. Kalau suka dipertahankan, kalau ada yg lebih baik jangan menangis jika ditinggalkan. Sudah begitu, tak terasa sudah menua tanpa arti. Cuma jadi pengawal jodoh orang lain.

Kamu juga bisa memilih jalan taarufan, langsung ketemu orang tua, kenalan, tentukan tanggal lamaran & pernikahan. Setelah itu banyak-banyak berdoa dan minta ampunan. Bebas sakit hati dari urusan putus di tengah jalan akibat pacaran.

Selama menunggu, kamu bisa banyak bermain, nongkrong, hura-hura, bergaul dengan orang yang sikapnya buruk dan sering berkata keji atau justru kamu belajar bagaimana menjadi pasangan terbaik, bisa mendidik dengan lembut, dan mendatangi sumber pengetahuan seputar agama & pernikahan.

Tentu kita ingin menunggu hari itu dengan aktivitas yang banyak manfaatnya, kan? Jika studi ke luar negeri saja bisa kamu persiapkan dengan giat dan banyak membaca, berlatih, mengumpulkan berkas, mengikuti ujian, wawancara, pelatihan, serta mengenal negaranya, mengapa tidak pula kita siapkan pernikahan ini dengan banyak memperdalam ilmu agama, memperbaiki ibadah, membaca, menabung, bergaul yang baik, mengikuti kajian pranikah, meningkatkan keterampilan, dan mendengarkan nasihat dari orang tua atau ulama.

Berikhtiarlah dengan baik dan isilah dengan kegiatan yang berguna selama menunggu karena upaya adalah doa yang bergerak. Manfaatkan waktu sebaik-baiknya karena ia tak akan pernah bisa kembali. Sebuah nasihat untuk diri sendiri. Mudah-mudahan dengan melibatkan Allah SWT dalam setiap langkah, yang ditunggu akan semakin dekat dan terwujud dengan berkah. Aamiin.

“Di antara kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat” (HR. Tirmidzi)

Afif Luthfi II

Sumber Gambar


  • Muthmainnah Rati
    Muthmainnah Rati
    1 tahun yang lalu.
    Tulisannya inspiratif sekali, Kak ...

  • Adin Pratama
    Adin Pratama
    1 tahun yang lalu.
    bagus kak, jujur saya sedang sakit hati karena putus dari orang yang ingin saya seriusi ke jenjang berikutnya. dia memutuskan untuk berpisah, dia menutup hatinya untukku.
    setelah membaca tulisan ini ada sebuah keyakinan yang timbul. jika kehendak-Nya dan takdir-Nya kita bersama, mau menutup hati sekalipun pasti akan dibukakan jalan selama kita berusaha dan berdoa.

  • Dani Kaizen
    Dani Kaizen
    1 tahun yang lalu.
    keren......saya suka tulisan paragraf terakhir yg ini => Berikhtiarlah dengan baik dan isilah dengan kegiatan yang berguna selama menunggu, karena upaya adalah doa yang bergerak.....dst
    .
    .
    *saya baru tau....ternyata artikel di insprasi.co gak bisa dicopas ya?

    • Lihat 4 Respon