Tantangan dan Godaan Menjelang Nikah

Afif Luthfi
Karya Afif Luthfi Kategori Inspiratif
dipublikasikan 10 Agustus 2016
Tantangan dan Godaan Menjelang Nikah

Saya dan Tiwi saat itu sudah sepakat untuk menikah. Kekhawatiran tentu ada menjelang pernikahan. Maka saat itu saya berpesan kepadanya, "Hati-hati ya terhadap godaan sebelum nikah. Setan pasti ada aja caranya gimana supaya ibadah yang agung ini gak jadi. Pokoknya kita harus kompak!"

Tiwi sepakat. Ia menambahkan, "Ya, tentu saja aku pun tahu soal itu. Godaan itu bisa datang dari aku atau bisa juga dari kamu."

Maksudnya bagaimana? Tanyaku

"Ya, biasanya ada orang-orang dari masa lalumu atau masa laluku hadir. Bisa mengganggu, membuat ragu, bingung, apa pun itu." Pun buatmu yang tengah merencanakan pernikahan, bisa jadi hal-hal di bawah ini akan bermunculan:

1. DIBUAT RAGU
Menjelang nikah bisa saja kamu dibuat ragu. Ragunya bukan datang dari hal prinsipil, melainkan dari hal-hal kecil atau sesuatu yang sebenarnya bisa dikompromikan. Misalnya, terbesit dalam hati "Bisa sabar enggak ya dia ngadepin aku, aku ini kan orangnya enggak ekspresif", "Duh, aku belum bisa masak, belum kerja, enggak cantik.", "Dia beneran baik enggak, ya?". "Nanti kebutuhan hidup cukup gak, ya?" Ah, banyak deh alesan-alesan lainnya.

2. DATANGNYA ORANG DARI MASA LALU
Lah, udah mau nikah gini eh dia datang menyapa. Eaaa. Ke mana aja selama ini, baru ada kabar sekarang. Dulu mungkin kamu sempat menaruh rasa, tapi.... kalau kamu udah komitmen, udah deh mending tegas, jangan main-main api. Dia datang barangkali hanya sebagai bentuk ujian kamu bisa setia apa tidak.

3.PENILAIAN TIDAK OBJEKTIF DARI ORANG TUA
Bisa jadi orang tuamu justru yang punya pakem sendiri kalau jodoh harus begini dan harus begitu. Padahal, sih kita maunya yang sederhana-sederhana aja asal soleh, mau belajar dan bertanggung jawab. Kadang orang tua nge-judge kalau dia orangnya A, B, C padahal yang lebih banyak tau dan ketemu adalah kita. Maka yakinkanlah orang tua dengan santun. Syaratnya, kamu juga harus yakin terhadap pilihanmu, percaya diri, presentasikan dengan baik apa saja kelebihannya dan apa saja hal-hal yang membuatmu yakin akan pilihanmu.

4. MEMBANDING-BANDINGKAN
Menjelang nikah, hati-hati terhadap perasaan dan penilaian bahwa bakal calon pasangan mendadak tidak lebih cantik, tidak lebih tampan, dan sepertinya banyak kekurangan, jauh dari harapan. Hati-hati terhadap celotehan hati semisal, "Tapi dia kan lebih baik, yang itu lebih cantik, yang ini lebih pinter, yang di sana lebih manis, lebih tampan, lebih kaya, dsb." Kamu akan dibuat supaya kekurangan pasangan seperti terlihat dan terbuka sangat banyak. Saat itu kamu akan dibuat tidak yakin dan timbul perasaan mending cari yang lain. Ya, kalau cari dunia, tidak akan habis. Kecantikan atau ketampanan akan luntur, nasib kehidupan pun berputar bagaikan roda. Sederhanakan kriteria, pilih agamanya. Insya Allah ke sananya gak bakalan ribet dan berkah.

Berdoalah selalu, minta dibimbing dan dituntun oleh Allah Swt. agar segala sesuatunya diberikan kemudahan dan kelancaran. Jangan suka macem-macem. Lebih baik perbanyak munajat dan taubat. Sepakat?

Afif Luthfi II

Sumber Gambar