Ikhtiarnya Akhwat

Afif Luthfi
Karya Afif Luthfi Kategori Motivasi
dipublikasikan 08 Agustus 2016
Ikhtiarnya Akhwat

Kang Afif, untuk perempuan ikhtiarnya apa ya supaya jodohnya disegerakan? lalu, bentuk bersungguh-sungguhnya seperti apa?

Jodoh adalah kecocokan jiwa dan berjodoh adalah kepantasan. Semakin pantas ikhtiarnya untuk berjodoh dengan yang baik, Insya Allah segera bertemu, kemudian bertamu. ?

Saya termasuk yg tidak sepenuhnya percaya jodoh sudah ditentukan waktunya. Sama seperti kamu kuliah sudah ditentukan waktu lulusnya. Semua tergantung ikhtiarmu, mau berleha-leha atau segera mempersiapkan diri. Mau berdoa dengan serius supaya segera berjumpa, atau terus mengurung diri di rumah tanpa bertemu siapa-siapa, it's up to you. Yang pasti Allah tidak akan mengubah seseorang sebelum ia mengubah dirinya sendiri. Maka jika ingin disegerakan, ikhtiar dari sekarang.

Saya juga termasuk yg berhati-hati dalam mengaminkan ungkapan "Semua akan indah pada waktunya." Karena ada waktu untuk dia yg cepat dan ada waktu untuk dia yg lambat. Kebahagiaan itu lebih cepat datangnya jika kita mau tulus untuk segera memulai. Termasuk memulai untuk bersungguh-sungguh mempersiapkan diri menuju lamaran-pernikahan.

Bagaimana cara bersungguh-sungguh?

1. Luruskan Niat
Sudah benarkah niat saya untuk menikah. Sungguhkah untuk taat dan ibadah. Apakah hanya pelarian dari jengahnya kehidupan di rumah, atau malu sebab terus ditanya kapan nikah.

2. Perbaikan Amal
Bersihkan jiwa dengan taubat lalu mulailah sedikit demi sedikit memperbaiki kualitas dan kuantitas ibadah. Mulai rajin sedekah, salat dan saum sunnah.

3. Peningkatan Ilmu
Menjadi istri dan ibu masa depan tidak mudah. Bahkan saat telah berumah tangga pun, ukhti masih terus belajar hingga renta. Jangan sampai ketika baru menjadi istri, hal-hal elementer seperti manajemen keuangan, masak memasak, menyetrika pakaian pun masih duh gimana ya. Zaman sekarang sudah berubah dan berkembang dengan cepat. Jangan terlalu gandrung mikirin siapa jodoh yg tepat, jadilah istri yg tepat bagi suami kecintaan pilihan-Nya.

Ayok pelajari ilmu agama, psikologi, parenting, finansial, komunikasi, kuliner entah dari buku atau forum-forum. Jadilah istri yang keren dengan sikap lembut sederhana tapi wawasannya luas. Sehingga bukan hanya membuat nyaman tapi juga nyambung sama pasangan.

4. Penguatan Tubuh
Ayo mulai rajin olah raga dan meninggalkan kebiasaan makan yang buruk. Engga pengen kan pas menjelang nikah malah sakit-sakitan. "Aku gak mau keliatan kaya ibu-ibu, kang Afif." Ya makanya dari sekarang jaga kebugaran kalau perlu latih ketangkasan (bela diri). Eat less, Move More!

5. Pergaulan Sosial
Jodoh biasanya gak jauh-jauh. Dia ada di sekitar lingkungan kamu. Perluas pergaulan, biar "kelihatan" atau "diperlihatkan". Jodoh memang kadang misterius, nyari di belahan bukit A ketemunya ama tetangga, satu komunitas, atau satu acara.

Memperluas pergaulan bukan berarti memamerkan diri. Biar jika calon pasanganmu ternyata aktif di organisasi, kamu sudah lebih dulu tau lingkungan seperti apa yang dia geluti. Baik atau buruk. Pun kalau belum pernah ketemu, kamu bisa tanya ke temannya seperti apa dia.

Ingat, libatkan Allah dalam setiap proses. Let Allah works for you.

Akhir kata, jangan suka menyalahkan laki-laki tidak peka. Seringkali Allah sudah ngasih kode-kode cuma kitanya sendiri yg gak peka. Lalu kita tolak hanya karena masalah selera. Atau diam menunggu dan menua. Jangan sampai waktu usia 20-an diajak nikah, kamu tanya "Siapa saya?" waktu usia 30-an diajak nikah, kamu tanya "Siapa kamu?" dan akhirnya sudah kepalang usia 40-an diajak nikah, kamu bilang "Siapa ajalah." :P

AFIF LUTHFI


  • MissGalauSite Galausite
    MissGalauSite Galausite
    1 tahun yang lalu.
    tulisan yang bagus banget kang, hahaha kesannya itu tulisan memang buat wanita seperti saya. ngebacanya bikin jleb kang. Lantas, gimana yah kang lutfi, untuk seseorang yang mau menikahi kita tapi fisiknya tidak sempurna.. bagaimana menerima dan mengikhlaskannya rela karena Allah ta'ala? kok sulit yah kang ikhlas. memang sih niatnya ibadah tapi entah kenapa susah menerima seseorang yang fisiknya kurang. padahal bisa jadi itu baik menurut Allah. curhat sedikit tidak apa-apa ya kang lutfi.

    • Lihat 2 Respon