Belajar ber-sosial yang seimbang

Belajar ber-sosial yang seimbang

Afifah Maya Iknaningrum
Karya Afifah Maya Iknaningrum Kategori Motivasi
dipublikasikan 19 Maret 2018
Belajar ber-sosial yang seimbang

Kalau ada yang tipe-nya seperti saya, lebih suka kumpul-kumpul dan ngobrol daripada ber-sosial media, mungkin kita mengalami beberapa hal serupa. Misalnya, karena asik ngobrol, kita gak melihat notif hp yang ternyata lumayan banyak. Bahkan, bisa jadi letak hp sempat tidak terlacak. Sudah entah dimana.

Tidak ada yang salah dengan menikmati percakapan, dan rasa ingin menghargai lawan bicara dengan tidak lihat-lihat layar hp saat ngobrol. Tapi, setidaknya kita perlu punya batas minimum untuk juga hadir di dunia maya, sosial media.

Meski secara pribadi, saya merasa identitas diri lebih aman dari pengaruh yaitu saat saya berkomunikasi di dunia nyata, langsung melalui percakapan. Entah bagaimana, lewat sosial media, saya terlalu sering menerima postingan yang saya telan dengan mentah, belum tahu latar belakang atau kisah lengkapnya. Sampai kadang, ada rasa kurang bersyukur yang muncul, Naudzubillah. Mungkin hal ini juga tergantung kamu tipe orang yang seperti apa ?

Ini pengingat juga untuk diri saya sendiri. Untuk menjaga identitas diri, tetap jadi diri sendiri dan untuk mensyukuri yang sudah dimiliki. Karena lebih mudah terpengaruh dengan sosial media, saya-lah yang perlu belajar lagi. Bukan menghindarinya, tapi membangun pendirian yang lebih kuat lagi. Menemukan pemikiran-pemikiran yang membuat saya juga bisa hadir di dunia maya secara utuh, sebagai saya.

Untuk teman-teman yang selama ini begitu pengertian pada saya, yang (seringnya) lebih dulu menghubungi saya. (Karena tahu, kalau saya orangnya tidak terlalu buka hp). Saya mau bilang “Terimakasih banyak” untuk tidak menuntut saya jadi begini-begitu, dan untuk tetap ada meskipun jarang saya hubungi.

Kalaupun ada teman-teman yang merasa ‘sungkan’ karena kita jarang komunikasi, saya harap jangan. Karena saya insyaAllah tidak akan men-judge siapapun karena istilah “Menghubungi hanya di saat butuh”. Malah, menurut saya, itu hal yang benar. Saya akan sangat senang kalau ada yang bisa dibantu. Bisa jadi itu pintu pahala buat saya.

Resolusi : Hadir secara imbang di dunia nyata & dunia maya ^^ insyaAllah

  • view 82