Rindu di ruang 420

Ajen Feriandi Kurniawan
Karya Ajen Feriandi Kurniawan Kategori Puisi
dipublikasikan 10 Maret 2016
Rindu di ruang 420

Datanglah, berceloteh lah lagi binalku sebab celotehmu adalah pikat yang selalu merambah birahiku
Merintih lah lagi jalangku sebab rintihmu adalah senandung yang mengalirkan rindu meneduhi
nuraniku

Malam datang lagi sayangku, kau dan aku tahu dinginnya bukan muslihat maka berslimutkan aku lah ragamu agar nyata rindumu
Malam datang lagi perempuanku,
Kau dan aku tahu dalam jibaku rindu, cumbu adalah jam nakal yang berdetak tak mangut mematuhi waktu, beku

Kau tahu manisku bibirmu adalah tintah yang selalu menari dalam carikku menjadi puisi-puisi bertemah rindu
Bergegaslah di ruang empat 240 kegemaran kita aku mrnanantimu dengan rindu-rindu

Kau tahu manisku tubuhmu lebih mecandu dari candunya candu-candu yang mecandu
Aku tak butuh itu untuk mengepak imajinasi melayang di angkasa lepas aku hanya butuh kamu

Aku selalu bertanya, kapan aku merasa seperti dewa atau raja-raja diantaberntah? Kau bilang; saat peluhku berlelehan jatuh, dan kau larut menikmati alunan desahku yang begitu terlatih.
Datang lah, segera aku rindu!

?

?

  • view 152