Hay Kamerad!

Ajen Feriandi Kurniawan
Karya Ajen Feriandi Kurniawan Kategori Lainnya
dipublikasikan 14 Mei 2016
Hay Kamerad!

Hay Kamerad:
"Apa kabarmu Kamerad katanya kamu bangkit lagi dari surimu usai mati cukup lama dilibas tanpa ampun atas nama pancasila, Kamerad benarkah kamu bangkit lagi? Kini Orang-orang mulai ketar-ketir bayangan kejammu mulai membangkitkan kidik mereka memanggil ciut untuk menggigil memaksa ingatan kecil dalam memori dikepala mereka yang masih terselamtkan dari sejarah luka masa lampau yang mungkin para pemilik ingatan sudah tak tertarik untuk membuka tabir lampau itu, kamerad aku pun tak berani mengingat betapa kejamnya kamu jika kuingat, jika benar film yang selalu diputar setiap malam tanggal 30 september itu sungguh betapa buruknya kamu. aku masih ingat teriakkanmu kamerad "darah ini merah jendral" "lubang buaya" "ade irma nasution" "ahmad yani dan jendral lainnya" semua adalah kengerian yang tak berani aku bayangkan!. Ahg bocah tahu apa kau soal bangsa ini, paham apa kau soal sejarah, kau takkan mengerti bocah aku mungkin memliki peran ganda atas lakon sejarah itu tersangka sekaligus korban, dan sekarang aku kamerad yang dimata bangsaku aku yang memerankan tokoh antagonis. Sudah lah bocah kamu tak tahu apa-apa dan takkan mengerti"

Akhir-akhir ini saya cukup tergelitik melihat media gencar memberitakan komunis, pki dan semacamnya. Bermacam opini bermunculan, stigma buruk tentang komunis, seolah fonis jahat sepenuhnya wajib kita jatuhkan pada mereka(komunis) pahamkah kita bahwa negara itu tak lebih sebuah panggung teater, hitam putih berbaur satu seperti ying-yang, dalam dirinya(negara) kita tak bisa melihat putih dengan sudut pandang bahwasanya putih itu baik dan hitam sebaliknya, tahu kah kita bahwa sejarah sudah terlanjur dibelokkan, konspirasi dimainkan atas nama kepentingan.
Saya kadang merasa geli melihat banyak tulisan-tulisan dimedia "awas bahaya laten komunis" "waspada komunis muncul lagi" dan akhir-akhir ini cukup marak memang sampai terakhir saya cukup merasa sedih melihat foto tumpukan buku dan literatur di bumi hanguskan sebelum dilabeli "bacaan berbahaya"
Kenapa kita harus sepanik itu terhadap komunis?, tahu kah kita bahwa sejarah lah yang entah benar atau salah yang mendoktrin kita sampai tertanam dibenak kita komunis itu buruk. kampanye orba menanam stigma negativ tentang komunis tak hanya berhasil lewat visual film Pemberantasan G 30 s/pki, mereka juga sukses menanamkan itu lewat kurikulum lewat pelajaran sejarah tentang pembantaian 7 jendral yang sudah diselaraskan dengan film tersebut.
Katanya atas nama pancasila? Benarkah begitu? Apa kah benar pemimpin orba benar-benar seorang pancasilais?.
Kamerad kalau komunismu mungkin tak salah hanya saja mungkin tak sejalan dengan alam ideologi bangasa ini yang terlanjur pancasila?, tapi apa salahnya selama komunis hanya sebuah partai yang sama lazimnya dengan partai-partai lain. Mungkin begini yang salah dengan komunis dan pki adalah lambang partai ini yang sudah terlanjur menyeramkan. Arit dan palu cukup ngeri memang jika dibayangkan alat itu untuk membantai manusia, jika memang demikian begitu tujuan partai ini didirikan hanya untuk darah, arit dan palu digunakan hanya untuk membasmi manusia lainnya sungguh kalau memang begitu partai ini lebih buruk dari kaum bar-bar. arit dan palu bukan lambang untuk membantai tapi lambang buruh dan kaum kecil, arit melambangkan semangat dan budaya bangsa kita, itu senjata kaum petani untuk memanen padi mereka, dan palu sudah lah kita sudah tahu alat itu tak jauh dari para buru/pekerja kasar.
Sudah cobalah kalian pergi kepulau buru, setahuku disana masih banyak bekas tapol diasingkan atas alasan-alasan mereka komunis, yang sampai mati mereka tak menemui keadilan atas apa yang sudah dilakukan.
Kamerad mungkin begini saja kalau hanya logo yang dipersoalkan sebab yang saya tangkap kita dilarang memakai logo arit dan palu atas alasan apa pun. mungkin sudah waktunya kamerad kalian harus berinovasi dan mengubah logo itu tak apa lah misalnya menggantinya dengan rantai becak dan cangkul jangan-jangan, tidak itu masih agak ekstrim, bagaimana kalau diganti dengan gincu dan kondom tapi kelihatannya agak vulgar yah? Tapi cukup bagus, paling tidak itu akan sedikit menjauhkan prasangka orang bahwa komunis adalah partai haus darah. Memangnya seberapa berbahanya komunis itu? Agak bingung Komunis itu musuh bagi islam, atau penjahat bagi pancasila? Sudah lah sejarah itu pelik urusannya, yang jelas komunis itu buruk(katanya) mungkin sebentar lagi akan ada yang mencekal Puisi sama rata, sama rasanya Marco Kartodikromo atau lagu genjer-genjer akan dilarang untuk didengar.
tapi sebelum menghakimi para aktivis komunis itu buruk, sekali lagi cobalah kalian ke pulau buru seingatku masih cukup banyak bekas tapol yang tak mau lagi meninggalkan pulu buru entah apa alasannya mungkin mereka sudah mencintai pulau pembuangan itu karna mereka tak tega meninggalkam darah airmata dan saudara-saudara sependeritaan mereka yang sudah lebih dulu mampus dijemput ajal. Sudah lah sejarah bangsa ini sudah terlanjur buram, melihatnya menjadi terang hanya tergantung bagaimana cara kita melihatnya.
Selamat malam kamerad cukup dulu saya ngopi dulu otakku mulai kaku. Kamerad boleh kah sewaktu-waktu kita ngopi bareng kamerad boleh?

  • view 159