KurinduITD - Implikasi Makna Diskriminasi

Afdhilulhaq
Karya Afdhilulhaq  Kategori Renungan
dipublikasikan 15 November 2016
KurinduITD - Implikasi Makna Diskriminasi

Sebuah gerakan yang dicanangkan oleh Denny JA “Indonesia Tanpa Diskriminasi”. Sebelum kami bersikap terhadap gerakan ini kami ingin memperjelas makna diskriminasi itu. Yang kami takutkan adalah kita salah paham terhadap diskriminasi. Langsung antipati atau menerima dengan taklid buta gerakn ini tanpa terlebih dahulu mencoba memahami apa itu diskriminasi.

Apa itu diskriminasi ?

Dalam KBBI kami baca, pengertian diskriminasi itu adalah pembedaan perlakuan terhadap sesama warga negara (berdasarkan warna kulit, golongan, suku, ekonomi, agama, dsb). Jujur kami bingung mengartikannya, pengertiannya masih terlalu umum. Pembedaan seperti apa yang dimaksud dengan diskriminasi ? Yang kami tahu diskriminasi itu berkonotasi negatif. Tapi pembedaan perlakuan tak selalu negatif, pembedaan perlakuan bisa positif pula.

Biar kami jelaskan dengan contoh agar lebih mudah untuk dipahami bersama.

Kami berbicara dengan nada suara rendah kepada orang Sunda tapi bersuara lebih tinggi ketika berbicara dengan orang Batak. Kami melakukan pembedaan perlakuan terhadap dua suku itu tapi apakah kami melakukan diskriminasi ?

Kami meminta teman muslim kami pergi sholat jumat ke masjid tapi mendiamkan teman kami yang kristen sewaktu azan jumatan berkumandang. Kami melakukan pembedaan perlakuan  terhadap dua agama itu tapi apakah kami melakukan diskriminasi ?

Kami menyindir teman laki-laki kami yang tak bisa bermain sepak bola namun menoleransi teman wanita kami yang juga tak bisa bermain sepak bola. Kami melakukan pembedaan perlakuan terhadap dua gender itu tapi apakah kami melakukan diskriminasi ?

Dalam pandangan kami, kami tak melakukan diskrimasi. Lalu kami bertanya kembali, pembedaan perlakuan seperti apa yang dimaksud dengan diskriminasi disini ?

Nah, disini kami ingin menyampaikan beberapa pengertian dan contoh-contoh kami terhadap diskrimisi lalu menyampaikan bagaimana sikap kami terhadap pengertian itu.

Jika diskriminasi yang dimaksud adalah menindas mereka yang lemah, menjauhi mereka yang minor, mencurangi mereka yang bodoh, maka kami akan membelanya sepenuh jiwa karena itu pula yang diperjuangkan pahlawan besar kita Soekarno, Hatta, Tan Malaka, dan banyak pahlawan nasional lain. 

Jika diskriminasi yang dimaksud adalah anggapan kelompok kalian adalah yang paling baik diantara semua kelompok lain dan dengan kepercayaan itu kalian melakukan tindak kekerasan untuk membuktikan pemikiran kalian maka kami akan ikut membela gerakan ini memecah ego terlalu keras itu.

Jika diskriminasi yang dimaksud adalah menganggap rendah suatu kelompok hanya karena mereka berbeda dengan kelompok kalian, berbeda agama dengan kalian, berbeda suku dengan kalian, berbeda warna kulit, berbeda tingkat ekonomi, maka kami termasuk penolong pertama pada usaha besar pada gerakan ini mengankat mereka yang direndahkan.

Jika diskriminasi yang dimaksud adalah menghambat suatu kelompok , menghalangi suatu suku agama, ras, warna kulit, untuk mendapatkan hak milik mereka di Indonesia ini.  maka kami akan mengingatkan dengan cara yang benar kepada para pembenci gerakan ini untuk  berbenah dengan pikirannya sendiri.

Jika diskriminasi yang dimaksud adalah hukum yang secara sengaja menghambat suatu kelompok atau mengatur ranah pribadi dari suatu kelompok maka tentulah kami akan berusaha gerakan ini untuk tegaknya keadilan di Indonesia.

Jika diskriminasi yang dimaksud adalah melecehkan suatu gender, membatasi suatu agama menjalankan perintah agama mereka, menolak keberadaan mereka di lingkungan kalian hanya karena berbeda agama, suku, warna kulit, ekonomi, golongan yang masih dalam koridor diizinkan oleh hukum indoesia maka kami akan berada di garda terdepan untuk menyuarakan gerakan ini.

Jika diskriminasi yang dimaksud adalah menginginkan hilangnya keberagaman di indonesia maka kami akan membela penuh semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang Indonesia punya.

Ya selama diskriminasi tidak disalahartikan dari yang dimaksud diatas maka kami akan berada pada sisi affirmative dari gerakan ini. Kami akan selalu pro dengan gerakan Indonesia Tanpa Diskiminasi.

Menolak diskriminasi artinya menerima toleransi. Toleransi cerdaslah yang perlu ditingkatkan. Perlu digaris bawahi toleransi cerdas yang sinergi dengan cita-cita pancasila, UUD 45 dan Bapak pendiri bangsa kita. Tetap pada koridor yang ada bukan bermain kata dan cara atas nama toleransi. Nah, satu lagi ketakutan kami akan ini yaitu ketika orang-orang berlindung diatas nama toleransi. Melakukan diskriminasi namun meminta orang-orang untuk menoleransi perbuatannya. Ya atas nama toleransi. Ketika toleransi tanpa koridor yang jelas. Ketika toleransi tanpa batasan yang jelas. Toleransi tetap ada batasnya. Pembatas yang harusnya disepakati bersama oleh masyarakat Indonesia adalah Hukum Indonesia yang bersumber dari nilai-nilai dasar pancasila dan UUD 1945.

Menolak diskriminasi artinya menerima keberagaman. Sungguh kami mencintai Indonesia ini lengkap dengan keberagamannya, lengkap dengan kedamaian, kerukunan dan ketentraman masyarakatnya. Kita sama-sama mengharapkan. Bukan perbedaan yang perlu disalahkan, bukan perbedaan yang perlu dihilangkan, biarkanlah mereka berbeda dengan masing-masing keunikan mereka, sungguh Indonesia semakin indah dengan perbedaan itu. Tak ada negara di dunia yang seperti negara Indonesia dengan begitu banyak keberagamannya, harusnya itu bukan sebagai bahan untuk memecah tapi celah untuk potensi besar untuk indonesia yang lebih cerah. Lupakah kah kita dengan metode penjajah untuk menghancurkan kita ? Bukankah dengan devide et impera ? Bukankah dengan cara memecah belah ? Jangan kita bangun sendiri sistem itu dalam tubuh kita sendiri. Kita tak mau hancur atas perbuatan yang sama yang dialami oleh kakek nenek kita, kita tak mau sakit karena perbuatan bodoh kita sendiri. Jangan sampai kita hancur (lagi) karen intoleransi dan tak menghargai keberagaman.

Sungguh Kurindu Indonesia Tanpa Diskriminasi.

  • view 131