Ada Apa Dengan Generasi Internet??

Adrian Paul
Karya Adrian Paul Kategori Psikologi
dipublikasikan 02 September 2016
Ada Apa Dengan Generasi Internet??

Tidak semua orang menyukai judul saya ini, namun setidaknya tulisan saya kali ini akan memberikan informasi yang mudah-mudahan dapat menambah pemahaman akan dampak teknologi informasi, media sosial, bagi generasi terkini dan beradaptasi untuk menjadi bagian mereka (semoga bermanfaat). Profesor Bauerlein dalam buku Growing Up Digital (Don Tapscott) menyimpulkan beberapa hal terkait generasi yang kita sebut Generasi Internet. Generasi ini dikatakan saling terhubung dan dapat mengerjakan banyak hal sekaligus, otonom namun tergantung kepada teman sepergaulan, tidak melakukan lompatan besar ke depan dalam kecerdasan manusia, dan mereka berpikir global.

Tidak diragukan generasi muda sekarang telah mempelajari ribuan hal baru, mereka mengunggah, mengunduh, menjelajah dan mengobrol, mengirimkan tulisan dan rancangan mereka. Kabar buruknya generasi muda mulai kehilangan kemampuan belajar menganalisis sebuah teks yang kompleks, menyimpan fakta di kepala, mendalami sebuah keputusan kebijakan, belajar dari sejarah, atau mengeja kata dengan benar (jangan tersinggung bagi yang merasa).

Kaum muda (Generasi Muda) mulai tidak mengakui tanggung jawab mereka kepada masa lalu, mulai terlihat proses yang terendat-sendat pada proses peralihan menuju kedewasaan dan keanggotaan dalam kehidupan bermasyarakat. Perlu juga menjadi catatan bahwa kaum muda telah menghasilkan karya-karya yang laris dalam kritik-kritik sosial dan menjadi komentator sosial yang berpandangan umum lagi terkenal, namun sikap menentangnya begitu menonjol sehingga kita semua harus mendengarkannya. Apa kebenaran yang ada pada tulisan di atas? Menyedihkan sekali gambaran tentang generasi ini, seandainya informasi ini benar melebihi 80 persen ,masa depan kita pasti akan suram. Namun ada sisi positif yang diberikan oleh generasi baru ini yang berlawanan dengan kesimpulan diatas, karena generasi ini bersifat global sehingga mereka lebih kompetitif, lebih cerdas, lebih gesit, dan lebih toleran terhadap keberagaman dibanding pendahulu mereka, peduli pada keadilan dan masalah-masalah yang dihadapi masyarakat, mudah melibatkan diri pada aktivitas sosial yang keren atau kampanye yang keren (ups...). Jadi kalau mau libatkan generasi ini harus paham dulu nilai apa yang sedang trend dan cara mengkomunikasikannya kepada mereka (pelajaran penting buat yang ingin kampanye secara gaul). Masyarakat pemilih muda (17 - 35 tahun) mendominasi suara untuk pemilihan hampir di semua kota). Wah melebar wacana tulisan saya.

Perlu digarisbawahi banyak kaum dewasa atau generasi sebelumnya banyak yang tidak suka kepada kultur kaum muda dan medianya. Generasi sebelumnya defensif (terancam oleh sesuatu yag baru dan tidak mereka pahami). Namun jika diperhatikan ada satu yang memang masuk pada ranah negatif ketika generasi ini melakukan suatu kesalahan serius dan kebanyakan tidak menyadarinya, yaitu mereka memberikan informasi pribadi kepada situs jaringan sosial, padahal membahayakan kerahasiaan pribadi mereka di masa mendatang (ingat ini jamannya persepsi diagungkan, lebih baik jadikan media sosial sebagai personal branding rekan muda sekalian-saran saya).

Beberapa gambaran umum Generasi Internet (Generasi terkini) yang luar biasa pengaruhnya ini (mari adaptasi diri Anda): Dalam Pekerjaan Generasi internet menjalankan pekerjaan secara kolaboratif, meruntuhkan hirarki yang kaku dan memaksa organisasi memikirkan kembali cara merekrut dan memberi kompensasi, cara mengembangkan dan mengelola bakat. Dalam Market Generasi ini telah dan akan menjadi prosumer - yaitu konsumen yang ikut menginovasi produk dan jasa bersama produsen, jadi berubahlah terus bersama pikiran dan keinginan mereka jika ingin brand Anda memiliki kemelakatan dengan mereka.

Dalam Pendidikan Generasi ini memaksakan model pedagogi, dari terpusat pada guru menjadi terpusat pada murid yang didasarkan pada kolaborasi. (Ayo sekolah siap siap mulai menjadi fasilitator yang banyak belajar dari muridnya). Tentu saja visi dan misi sekolah menjadi penting, terutama kemampuan guru berkomunikasi dan mengarahkan anak didik (sudah tidak jamannya menggurui namun menginspirasi, karena diluar sana banyak keajaiban yang seharusnya bisa diceritakan dan dijelaskan sang guru). Jangan membuat sekolah unggul dari siswa unggul namun membuat siswa biasa menjadi unggul, itulah tujuan mulia suatu sekolah (menurut pendapat saya) oleh karena itu ajari anak terampil menggunakan media dan kembangkan pola pikir serta analisa mereka. (Melebar lagi, maklum kakek saya seorang guru dan pejabat pendidikan di masanya yang menginspirasi saya).

Dalam Keluarga Generasi ini banyak mengajarkan orangtuanya cara berkomunikasi dengan mereka melalui media internet dan jaringan sosial atau media komunikasi lainnya. Sebagai Warga Negara Generasi Internet akan mendorong transformasi bagaimana layanan pemerintah dibuat. Generasi ini akan membuat perubahan sosial dengan media-medianya, mereka akan mengangkat aksi politik ke dalam kehidupan lebih daripada pendahulunya. Dan kita pun tahu betapa lembaga dan masyarakat kita saat ini sangat memerlukan perubahan. Jika Anda ingin mengenali generasi ini mungkin informasi ini akan berharga. Kita akan coba kupas Tujuh Norma Generasi Internet ini sehingga akan mudah beradaptasi dalan segala lingkup kehidupan untuk memenangkan hati generasi ini:

1. Mereka menginginkan kebebasan dalam segala hal yang mereka perbuat, dari kebebasan memilih hingga kebebasan berekspresi. Kita semua mencintai kebebasan namun generasi ini lebih. Pilihan adalah oksigen bagi mereka dan mereka mengatasi kekusutan pilihan dengan pemanfaatan teknologi.

2. Mereka senang membuat sesuatu sesuai selera (kustomisasi atau personalisasi), semakin sesuatu dibuat untuk dapat diganti-ganti semakin mereka suka, lihat saja Handphone, Aksesorinya, Aplikasi Tablet, Media Sosial yang customize, dll.

3. Mereka scrutinizer yang baru, mereka punya akses terhadap apa yang penting dan daya tarik tawaran perusahaan Anda, terkesan adalah sesuatu yag alami bagi mereka, bersiaplah untuk penelitian terhadap produk, upaya promosi dan praktik korporasi yang sesuai dengan suara mereka.

4. Mereka suka mencari integritas seseorang, korporasi sebelum mereka memutuskan sesuatu. Berita buruk bagi yang sudah tercatat buruk di Internet baik Individu maupun korporasi, pahami juga bagaimana cara memperbaiki dengan cara yang elegan.

5. Generasi ini ingin Hiburan dan Bermain tetap ada dalam pekerjaan, pendidikan dan kehidupan sosial mereka. Sifat interaktif bukan saja pengenalan akan sesuatu (marketing).

6. Mereka generasi yang mengandalkan kolaborasi dan relasi. Generasi ini membutuhkan kecepatan. Kecepatan respon dan kemudahan informasi.

7. Mereka para Inovator. Mereka mencari cara inovatif untuk berkolaborasi, menghibur diri, belajar, dan bekerja.

Masih banyak yang bisa saya jabarkan mengenai generasi terbaru ini. Perjalanan jaman masih sedang dimulai bagi generasi ini, kita yang tidak siap mengantisipasi generasi ini akan tertinggal jauh dan menyesali tidak ikut dalam gerakan mereka. Suatu jaman dimana nafas dan teknologi menjadi satu, sehingga pikiran adalah alat kemudi yang efektif ketika kita pun sudah mengenali peta dan alat dalam mencapai tujuan kita.

Selamat mengenali generasi ini, saya dan Anda tidak bisa berkata tidak pada pengaruh generasi terbaru ini. Mereka ada disekitar kita dan kita akan mengikuti mereka. Hidup Perubahan!!!

(Adrian P Marbun)

  • view 356