Apa Sesungguhnya Kecantikan ?

Apa Sesungguhnya Kecantikan ?

Adrian Paul
Karya Adrian Paul Kategori Renungan
dipublikasikan 09 Juli 2016
Apa Sesungguhnya Kecantikan ?


Ketika kami berbincang-bincang pintu terbuka dan masuklah seorang wanita dengan selendang membungkus kepalanya.
Usianya tampak tidak lebih dari 18 tahun, tetapi kemudian saya tahu bahwa ia berusia 24 tahun. Satu pandangan saja cukup memberitahu saya banyak hal tentang dia: pertama-tama, kecantikannya langka, bukan jenis yang didapat dari salon kecantikan, melainkan kecantikan dan pesona yang dikaruniakan Allah.

Kedua, saya melihat dirinya bersinar dengan keanggunan kesucian. Konsep "mata adalah jendela jiwa" bukan bahasa kiasan belaka. Anda dapat melihat mata seseorang apakah ia penuh kecongkakan atau kesantunan, kejujuran atau kelicikan, kesombongan atau kerendahan hati, ketakwaan kepada Allah atau pengabaian.

Mata wanita muda ini mencerminkan semua..
Mutu tinggi yang disebut dalam The Path of Righteousness (Jalan Hidup Orang Benar).

Ada kecantikan yang dibentuk secara lahiriah "dengan mengepang-ngepang rambut, memakai perhiasan emas atau dengan mengenakan pakaian yang indah-indah," dan dinilai tinggi oleh norma sosial.

Namun ada kecantikan lainnya yang dibentuk oleh "manusia batiniah" dan dinilai tinggi oleh Allah sendiri.

Tidak ada kecantikan yang lebih besar daripada yang timbul dari kemurnian.

  • view 299