Cara Menghentikan Hobi Makan yang Tidak Terkendali

Adjie Silarus
Karya Adjie Silarus Kategori Inspiratif
dipublikasikan 16 September 2016
Cara Menghentikan Hobi Makan yang Tidak Terkendali

Kalau bercerita mengenai jenis makanan di dunia ini pasti tiada habisnya. Setiap rumah makan punya menu makanan yang khas. Setiap koki memiliki resep andalan yang unik. Makan telah menjadi suatu kegiatan yang tidak bisa dipisahkan dari hidup manusia, terutama bagi mereka yang merasa makan bisa menyembuhkan luka batinnya.

Makan dan mood. Patut diakui bahwa tidak sedikit orang yang mengaitkan makanan dengan kondisi mood mereka. Biasanya, kondisi ini lebih sering dialami oleh perempuan. Pemakluman yang sering digunakan adalah ‘maklum emosi perempuan lebih bergejolak’.

Tahukah bahwa kebiasaan yang mengaitkan antara makanan dan mood ini yang akhirnya menyebabkan makan dianggap sebagai hobi, dan akhirnya berujung pada masalah berat badan?

Disadari atau tidak, banyak orang yang menganggap makanan adalah obat atau hadiah atas sesuatu yang sedang dirasa. Misalnya saja, seberapa sering kamu diajak makan untuk merayakan ulang tahun atau kenaikan jabatan seorang rekan kerja? Atau mungkin seberapa sering akhirnya kamu makan cokelat atau es krim berlebihan hanya karena merasa saat itu mood sedang jelek?

Disodori kedua pertanyaan tersebut, tidak sedikit yang tersenyum. Bukan saya menyindir atau menuduh, tapi buat yang lebih dulu tersenyum sebelum menjawab pertanyaan di atas, bisa jadi termasuk orang yang kerap menjadikan makanan sebagai sumber kebahagiaan. Benar, tidak?

Sekarang ini saya belajar bahwa sudah saatnya memutus hubungan emosional dengan makanan, termasuk menghentikan makan kalau sudah terlewat batas kenyang. Teringat pesan Nabi Muhammad SAW, “Makan sebelum lapar dan berhenti sebelum kenyang.”

Biasanya, berdasarkan pengalaman saya mempelajari perihal ini, hubungan emosional dengan makanan terbentuk karena belum bisa berdamai dan memaafkan diri sendiri atas satu keadaan yang terjadi. Misalnya saja, saat ini tidak bisa lepas dari makanan tertentu dalam rangka menenangkan diri, setelah peristiwa pengajuan penawaran ditolak oleh calon pembeli atau kekasih pujaan hati berselingkuh dengan sahabat sendiri.

Itu sebabnya, mulai berdamai dengan diri sendiri dengan memutus hubungan emosional dengan makanan. Berdamai dengan diri sendiri adalah sebuah tindakan yang mengingatkan untuk ikhlas melepaskan.

  • view 208