3 Tanda Mengalami Stres Kerja yang Harus Dikenali

Adjie Silarus
Karya Adjie Silarus Kategori Inspiratif
dipublikasikan 14 September 2016
3 Tanda Mengalami Stres Kerja yang Harus Dikenali

Sejak beberapa tahun yang lalu, setiap detik yang bergulir, saya membiarkan diri menjalani hidup dan berteman dengan tulang belakang yang tidak berada di tempat sewajarnya. Keadaan ini memberikan pesan bahwa saya terlalu memaksa diri untuk terus bekerja, berlebihan stres dalam bekerja.

Salah satu tanda sedang mengalami stres kerja berlebihan adalah keadaan psikosomatik. Bagi sebagian orang, istilah psikosomatik memang asing terdengar di telinga. Tapi, patut diketahui bahwa keluhan ini cukup banyak dialami oleh masyarakat, khususnya para pekerja urban.

Apa itu psikosomatik?

Dari sebuah tulisan Suzanne O' Sullivan, seorang neurolog, yang berjudul “Psychosomatic disorders: When illness really is all in the mind”, mengatakan bahwa psikosomatik merupakan keadaan sakit yang dirasakan secara nyata, namun sebenarnya sakit yang dirasakan dicetuskan oleh pikiran sendiri.

Psikosomatik sangat berbahaya karena dampaknya ternyata sangat merugikan dan membuat seolah-olah benar-benar menderita sebuah penyakit. Bahkan, Suzanne menemukan fakta ada seorang professor meninggal karena kanker paru-paru yang ternyata penyakitnya tersebut murni 100% disebabkan psikosomatik. Artinya? Secara medis seharusnya fisik orang tersebut sehat, kondisi mentalnyalah yang membuatnya seolah menderita kanker paru-paru.

Ketika merasakan keluhan fisik, saya mulai perlu lebih mawas, bukan tidak mungkin keluhan sakit yang saya rasakan sebenarnya disebabkan oleh keadaan pikiran.

Sebagai bahan renungan untuk mengelola stres kerja, berikut dikemukakan 3 tanda stres kerja berlebihan berdasarkan keadaan psikosomatik:

1. Salah satu gangguan yang sering timbul akibat psikosomatik adalah masalah perut atau gangguan pencernaan, misalnya saja mual saat akan makan atau mungkin diare. Biasanya, mereka menganggap sakit yang dialami disebabkan oleh masalah medis, namun ketika diperiksa umumnya dokter tidak bisa menemukan masalah medis dalam tubuh mereka dan biasanya dokter menyatakan tubuh si penderita psikosomatik dalam keadaan sehat.

2. Selain gangguan pencernaan, satu lagi ciri yang perlu diwaspadai adalah sering timbulnya rasa sakit kepala hebat. Nah, kejenuhan tingkat tinggi yang menjadi penyebab timbulnya psikosomatik tidak jarang menyebabkan ledakan emosi berlebihan dan lonjakan tekanan darah. Inilah yang kemudian menjadi pemicu munculnya sakit kepala hebat.

3. Sering merasa dada berdebar tidak karuan? Tiba-tiba berkeringat atau bahkan timbul nyeri di bagian dada? Bisa jadi ini psikosomatik. Psikosomatik kerap menimbulkan serangan panik pada sebagian orang yang bisa membuat orang tersebut menarik diri dari keramaian karena takut mereka tidak bisa mengendalikan serangan panik yang timbul.

Namun, tidak perlu terlalu khawatir karena psikosomatik hanyalah kondisi pikiran yang membuat tubuh seolah-olah mengalami kondisi sakit medis. Kondisi pikiran seperti ini biasanya disebabkan oleh kelelahan yang sangat hebat, stres, dan depresi karena terlalu berlebihan memikirkan sesuatu yang akhirnya membuat tidak bisa berdamai dengan diri sendiri.

Kunci untuk menghilangkan gangguan psikosomatik adalah membangun kemampuan untuk bisa berdamai dengan diri sendiri agar bisa lebih merasakan kedamaian hidup.

Dengan kunci ini, seseorang tidak perlu terlalu menyesali kegagalan masa lalu, tidak perlu cemas berlebihan kalau impian tidak terwujud nyata. Kerja sewajarnya. Sekarang semua sudah cukup baik adanya.