Menjadi Elang

Krisna Adizza
Karya Krisna Adizza Kategori Motivasi
dipublikasikan 10 Agustus 2017
Menjadi Elang

Krisna Adizza:

Menjadi Elang

Duh gagal lagi... sering kali kita mendengar ucapan tersebut baik dari orang lain, teman bahkan kita sendiri. Kemurungan, kekecewaan, frustasi, dan kemalangan adalah kata-kata yang bersinonim dengan kegagalan.

Berbagai bentuk kegagalan memenuhi sudut-sudut kehidupan. Gagal dalam belajar, gagal dalam meraih angka atau nilai yang tinggi, gagal dalam berwiraswasta, gagal dalam menjalin asmara,  gagal dalam mencari jodoh, ada yang gagal dalam membangun keluarga bahagia, gagal menepati janji, gagal dalam sebuah pertandingan, dan macam-macam, semuanya akrab dengan kehidupan manusia. Kegagalan demi kegagalan yang dialami seseorang tak jarang menimbulkan kekesalan yang dalam, hingga hilangnya motivasi. Gagal menjadi kata yang ditakuti sehingga setiap orang berusaha menjauhinya. Kegagalan diibaratkan jurang yang memisahkan antara harapan dan kenyataan. Berapa banyak orang yang depresi mengakhiri hidupnya dengan tragis (ada yang gantung diri, ada yang lompat , macam2 deh) akibat tidak lagi menahan derita "Kegagalan".

Berbagai hal yang kita lakukan tersebut, bisa saja menjadi sebuah kebiasaan yang sangat sulit untuk ditinggalkan. Padahal seringkali kita sadar dengan kenyataan yang ada, di mana berbagai kebiasaan inilah yang selalu menjadi sebuah hambatan bagi kesuksesan kita di dalam hidup ini. Namun, kita tak kunjung berubah dan meninggalkannya, justru kita seringkali kembali dan kembali mengulangnya. Ini tentu sama saja dengan selalu mengulang kegagalan, bukan?

Tinggalkan bad habit

Hal pertama yang harus kita lakukan untuk sebuah perubahan di dalam hidup kita adalah dengan menanggalkan berbagai macam kebiasaan buruk yang kita miliki selama ini. Ini bisa saja menjadi sebuah pekerjaan yang sangat tidak mudah, sebab berbagai kebiasaan tersebut telah melekat dan menjadi bagian dari diri kita sendiri, sehingga sangat wajar jika orang akan begitu sulit untuk mengubah berbagai kebiasaan buruk di dalam dirinya.

Entah suka atau tidak, pada dasarnya kita memang seringkali tidak menyadari jika kita telah memelihara banyak kebiasaan yang merugikan diri kita sendiri, misalnya: buang2 waktu dan menunda pekerjaan, tidak bersabar ingin serba instan, tidak disiplin dan suka membuang banyak kesempatan, boros dan tidak perhitungan, buruk pra sangka, serta berbagai hal lainnya yang tidak berguna namun seringkali kita lakukan. Kita telah terbiasa dan begitu nyaman menjalani ini dalam kurun waktu yang sangat panjang dan bahkan mungkin hampir seluruh hidup kita. Meninggalkan berbagai kebiasaan ini, sudah pasti sama dengan meninggalakan kenyamanan diri kita sendiri, siap bersedia kah kita untuk melakukan ini?

Menjadi Elang

Elang dihadapkan pada 2 pilihan sulit, antara melakukan sebuah transformasi yang sangat berat dan menyakitkan atau berdiam sambil menunggu kematiannya. Untuk bertahan hidup, elang harus memilih transformasi yang panjang dan memakan waktu hingga 150 hari. Dia akan berupaya keras untuk terbang dan mencapai puncak gunung dan kemudian membuat sarang di tepi sebuah jurang yang terjal, elang akan tinggal di sana dan menjalani transformasinya.

Hal pertama yang akan dilakukannya adalah mematuk-matukkan paruhnya yang tua ke permukaan bebatuan yang keras, hingga paruh itu tanggal dari mulutnya. Elang akan berdiam selama beberapa waktu dan menunggu tumbuhnya paruh yang baru. Dengan paruh baru tersebut, elang akan menanggalkan satu persatu cakarnya dan menunggu hingga cakar tersebut tumbuh kembali. Cakar yang baru ini akan digunakan untuk mencabuti bulu tubuhnya satu persatu, yang tentu saja sangat menyakitkan. Dibutuhkan waktu hingga 5 bulan, agar bulu-bulu tersebut tumbuh kembali, setelah itu elang yang gagah dapat terbang dan menjelajahi angkasa kembali dengan perkasa selama 30 tahun ke depan.

Ini tentu bukan sebuah proses yang mudah, yang bisa dilalui hanya dalam waktu sekejap saja. Begitu juga dengan perubahan di dalam diri kita, terkadang kita harus melaluinya dengan sangat menyakitkan, melelahkan dan bahkan begitu menyedihkan. Namun, itu semua akan sesuai dengan hasil yang baik dan perubahan yang kita dapatkan.

Kisah elang yang gagah ini mengajarkan kita untuk berusaha apabila ingin melakukan perubahan demi mencapai hidup yang lebih baik. Semoga cerita Menjadi Elang ini terinspirasi...

  • view 220