Mama

Aditia Vita
Karya Aditia Vita Kategori Lainnya
dipublikasikan 24 Februari 2016
Mama

?mah.. aku mau sekolah lagi mah.? Kataku tiba-tiba.

Mama yang tengah memeriksa ponselnya menoleh kearahku seketika. Aku tahu mama kaget mendengar perkataanku. Aku tahu hatinya sedang berdetak lebih cepat dari biasanya, dan yang tidak aku tahu jalan pikirannya entah kemana saat ini.

?kamu mau sekolah? Mama nggak ada biaya buat sekolahin kamu nak? balas mama pada akhirnya.

Aku mencoba tenang. Mulai membenarkan cara dudukku di sofa, meski duduk kami tidak saling bertatap. Aku tidak cukup kuat melihat mata mama dengan apa yang akan aku bicarakan ini.

?aku masih punya tabungan mah.. ?

?apa tabunganmu cukup? Mau dimana nanti? Rencana kapan? Nggak mau kerja lagi??

Aku diburu beberapa pertanyaan dalam sekali waktu, aku tahu Mama khawatir atau mungkin lebih tepatnya, sangat khawatir.

?Insyaalloh cukup mah, belum tahu tepatnya kapan dan dimana mah, ini masih nyari kerja. Doain mah.. Biar nanti dapat kerja bisa langsung daftar kuliah?

?mau di Jogja? Atau Unsoed lagi??

?Belum tahu mah.. Dimana sajalah nanti mah. Penempatan kerja dimana nah disitu ambil kuliahnya mah?? Aku menjelaskan dengan sangat hati-hati dan aku masih berbicara dengan tidak melihat wajah mama. Aku mencoba berbaring disofa. Rasanya badanku remuk banyak beban di kedua bahuku.

?coba mama nggak sakit ya pasti uang pendidikanmu masih, mama bisa sekolahin kamu sampai yang kamu pengin ya? Toh setelah operasi mama belum sembuh total?

Mata mama menerawang ke langit-langit ruang tamu, matannya kosong.. Isi kepala dan matanya tidak sinkron. Ia sedang mengingat-ingat masa dimana Ia berada diruang perawatan dan mengharuskannya operasi pembedahan dibagian perut sebelah bawah. Sementara aku mencoba menutup kedua mataku dengan lengan.. Aku menangis, rasanya sesak sekali dada ini melihat mama demikian dan mengatakan hal seperti itu.

?mah sudah mah.. Mama doain aku ya? Biar nanti dapat kerja lagi, di cukupkan rizkiya buat sekolah lagi. Aku nggak butuh apa-apa mah, cukup doa mama. Jangan kawatir ya mah?? aku masih menutup mataku dengan kedua lengan. Disana ada air mata yang menetes dengan sangat lembut dan deras.

Mama hanya mengangguk. Dia berdiri dan meninggalkanku sendirian disofa. Kudengar bunyi air kran dan memang benar mama sedang berwudlu. Entah apa yang akan ia katakan kepada Yang Maha Mendengar, entah apa yang akan ia minta kepada Yang Maha Pemberi dan entah apa yang akan ia tangisi atas semua rencana_Nya. Entah.. Hanya Tuhan Yang Tahu.

?

  • view 84