Semestinya Cinta

Aditia Vita
Karya Aditia Vita Kategori Puisi
dipublikasikan 18 Februari 2016
Semestinya Cinta

Adakah yang lebih tabah dari seseorang yang kehilangan langkah, tentang payung yang tak lagi memiliki lengan, kala tangannya patah oleh kenangan??. Kemudian menikmati kopi, yang lahir dari air mataku, agar kau mengerti, bahwa mencintaimu aku rela menyembunyikan sedih. Dan sesekali, puan, lihatlah penyemir yang kebasahan di simpang tiga utara, agar kau tahu arti cinta, membahagiakan orang yang mungkin lupa nama kita. Setelah hujan reda, takkan ada lagi payung yang meneduhkanmu, sebab langit dan tanah adalah apa yang menjaga dan memukulmu.

  • view 90