Kepada Siapa Tuhan Memeluk?

Aditia Vita
Karya Aditia Vita Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 23 Oktober 2016
Kepada Siapa Tuhan Memeluk?

Kepada Siapa Tuhan Memeluk?

Kepada penjual jangung rebus di sebelah utara alun-alun kota. Dibawah dinginnya guyuran air hujan, Tuhan tengah memeluknya erat lewat rizki untuk menghidupi istri dan anak-anaknya.

Kepada gadis manis yang memberikan selembar uang kertas kepada peminta-minta. Tuhan tengah memeluknya erat lewat kedamaian hatinya. Tuhan tengah membuka seribu pintu rizkinya tanpa ia duga-duga.

Kepada pemuda yang tengah patah hatinya oleh cinta. Atas nama air mata yang berlinang diatas sajadah malam, Tuhan tengah memeluknya erat bahwa segala luka ditakdirkan untuk menjadikan ia semakin kuat pada akhirnya.

Kepada seorang ayah yang mengantarkan anaknya kesekolah dengan bersepeda. Tuhan tengah memeluknya erat, bahwa setiap inci perjalanannya adalah bentuk pertanggung jawaban yang mulia.

Kepada segerombolan perempuan hits yang menertawakan kekonyolan hidup. Tuhan tengah memeluknya erat, lewat humor semesta bahwa hidup terkadang terlalu bercanda untuk diseriusi dan jalan hidup yang penuh teka-teki.

Kepada seorang anak yang putus sekolah karena ketidakmampuan ekonomi. Tuhan tengah memeluknya erat, lewat rasa penerimaan dan kerja keras dihatinya untuk menjadikan dirinya lebih baik dan lebih kuat dari sebelumnya.

Kepada sepasang kekasih yang sedang jatuh cinta. Tuhan tengah memeluknya erat, lewat rasa syukur atas kehadiran masing-masing dalam hidup. Dan Tuhan mencurahkan musim semi yang tak berujung didalam kalbu dan indahnya pelangi dalam balutan gerimis senja hari.

Kepada siapa Tuhan memeluk? Kepada siapa pun umatnya. Siapa pun.

  • view 229