Kolak

Aditia Vita
Karya Aditia Vita Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 17 Juni 2016
Kolak

“Vita!!!” Lengkingan suara cempreng Didin bergema diarea parkir disalah satu tempat makan favorit wilayah Purwokerto

“Ooiiy!!!” teriaku sambil melambaikan tangan. Aku menyusul ketempat mereka berdiri

“Lho.. Waiting list? Berapa lama lagi?” tanyaku kepada Tya

“Bentar lagi, ayok pesen dulu cepet!!” jawabnya

“Tinggal aku ini ya.. Kalian pesen kok banyak amat. Yakin perut kalian cukup?” tanyaku kepada mereka

“Tenang Vit, ada Deppi” jawab Didin

“Ish.. Aku lagi” Cetus Deppi

Sambil menunggu antrian Deppi sedang membantuku mengotak-atik handphone karena salah mengisi ulang paket internet, tiba-tiba..

“Mbak beli kolak mbak..” tawar anak kecil penjual kolak. Kuperhatikan sesaat. Badannya kurus dan hitam, ia memakai kaos putih dan sandal jepit. Ia menenteng keranjang merah berisi beberapa bungkus kolak

“Depp.. Mau kolak?” tanyaku ke Deppi

“Kan tadi udah Vit dirumah” jawabnya sambil menggeleng

“Din, mau bawa pulang kolak nggak Din?” tanyaku pada Didin

“Enggak Vit, tadi di rumah Deppi kan udah” jawab Didin

Aku mencoba menawarkan kepada Tya, ternyata ia sudah masuk ke antrian kasir. Sementara itu dihadapanku..

“Mbak mau beli kolak mbak?” Tanyanya lagi

“Berapaan kolaknya? Enak nggak nih? Tanyaku balik

“Sepuluh ribu mbak, beneran enak kok mbak. Sumpah...” jawabnya semangat

“Kamu sekolah? Kelas berapa sekarang?

“Belum sekolah, rencana mau masuk Juni mbak”

“Terus kamu jualan buat apa?
“Buat nanti sekolahlah mbak” jawabnya sambil tersenyum

“Yaudah mbak beli kolaknya, tapi besok kamu harus sekolah yang pinter ya?” tanyaku

“Siap mbak.. Ini kolaknya” jawabnya sambil memberikan sebugkus kolak

“Terimakasih mbak, semoga mbak diberkahi. Disukseskan” tambahnya

“Aamiin, terimakasih dek” jawabku mengaminkan

Penjual kecil itu pun berlalu. Sementara itu Deppi mengembalikan handphoneku yang sudah diperbaiki ulang paketan internetnya.

“Vit.. Tadikan kamu yang bawain kolak dari rumah buat kita, Rica, dan orang Swift, kok kamu beli kolak lagi sih?” tanya Didin

“Yah gimana Din udah rejekinya anak kecil itu aku bisa apa” jawabku

“Kamu kapan nggak lemah sama anak-anak kecil yang seperti itu Vit?” tanya Deppi

“Hahahaha.. Entahlah, Cuma masalahnya ini kolak siapa yang makan nanti?” tanyaku balik

Kulihat didekat pintu kasir Tya sedang memperhatikan kami, ia hanya menggelengkan kepala dengan apa yang kulakukan

“Dasar!!!” lirih tya sambil menatapku

“Ayooook masuk semua, udah ada tempat” tambahnya lagi

 

  • view 90