Sepenggal Percakapan Percekapan

Aditia Vita
Karya Aditia Vita Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 13 April 2016
Sepenggal Percakapan Percekapan

Sebelum 01 April 2016

“Assalamuallaikum.. Permisi” sambil kuketuk pintu kantor BPJS Kesehatan bagian belakang

“Mas.. Maaf, saya pegawai yang dipindah ke kantor cabang Cilacap” kumemperkenalkan diri kepada Office Boy yang sedang menyapu lantai saat itu.

“Oh.. Mbak Vita ya? Yang lain belum berangkat mbak, Ini baru jam 06.30”

Segera kulirik jam tanganku, “sial aku berangkat terlalu pagi” batinku dalam hati.

“Iya mas, biasanya mereka berangkat jam berapa ya mas?” tanyaku

“Mereka berangkatnya jam 7.30 mbak” jawab office boy tersebut

 

 

“Yuk cuss makan!!” teriak mbak mey pelan. Mbak mey adalah salah satu pegawai tetap BPJS Kesehatan

“Cuss mbak cuss!!” sambut Oca

“Mau makan dimana mbak?” tanyaku

“Pujaseralaaaaaaaah kemana lagi...” jawab mbak Rina. Seketika itu kami berempat tertawa bersama.

Pujasera adalah tempat makan yang sering kami kunjungi terutama dihari Jumat, disana terdapat bermacam menu makanan sehingga kami bebas memilih makan yang berbeda-beda satu sama lain.

 

 

“Ya Ampun Mbak Vita bikin Mie lagi” tegur pak Andri yang sedang melangkah menaiki tangga. Pak Andri adalah Kepala Cabang Kantor kami. Beliau adalah pimpinan yang bijaksana dan memiliki jiwa sosial yang tinggi.

“Hehehe.. Eh Pak Andri, mienya enak pak” jawabku ngeles

“Nggak baik mbak, dikurang-kuranginlah”

“Insyaalloh pak” Jawabku lagi

 

 

“Sayang lagi apa? Sudah makan” Tetiba muncul pesan telegram dimonitor komputer, kubuka dan ternyata dari sang pacar

“Sudah hayang tadi selesai pelayanan. Ini lagi ngerjain Klaim” balasku

“Syukurlah sudah makan, semangat ya Gums!!”

“Sayang udah makan? Aku ngantuk”

“Sudah, tadi makan sma Rizky. Minum kopi gih biar nggak ngantuk sayang”

 

 

“Mbak Mey sarapan apa?” tanyaku sambil melihat bekal mbak Mey

“Bawa ayam sama nugget buatan Bang Jay” jawab mbak Mey dengan bangganya. Bang Jay adalah Suami tercintanya, mereka dikaruniai dua orang anak. Yang pertama bernama Qonita dan yang kedua bernama Obi

“Aku bawanya bubur depan mbak.. Beginilah nasib anak kostan” keluhku

 

 

“Ini kalian terakhir disini kapan sih” tanya mbak Ada kepada kami. Kami. Aku, Oca, Supriyadi dan Nindiya

“Maret kontraknya abis mbak” jawab Oca.

“Yak.. Aku, Oca sama Supriyadi April tanggal satu udah caw (pergi) dari sini mbak” sambungku

“Dada mbak Ada...” Sambung mas Yadi alias Supriyadi

“Kenapa sih nggak diperpanjang lagi kalian, ribet tahu harus adaptasi lagi sama yang baru, belum nanti harus ngajarin dari awal lagi” keluh mbak Ada
“Nggak bisa mbak karena kita sudah penandatanganan kontrak dua kali, nggak bisa dilanjut lagi” jawabku

“Lah Nindiya kan baru satu kali ya?” tanyanya lagi

“Kalo aku bisa mbak diperpanjang tapi kayaknya enggak memilih lanjut kontrak kerjanya, aku lebih milih lanjut S2 mbak” jawab Nindiya

 

 

“Kalian udah mau pulang?” tanya mas Agus
“Iyalaaah mas ini kan udah sore waktunya kita pulang dan pamit” Jawab Oca
“Weeeees nanti dulu nanti dulu” tegur mbak Ada

“Katanya sih ada yang mau naktir duren waktu itu, ini entah lupa atau pura-pula lupa inih?” sambung mbak Ada lagi

“Nah lho.. Mumpung bocah-bocah ini belum pulang” tambah mbak mey

“Laaaah mbak udah toh mbak, yang semalam aja udah abis banyak buat perpisahan kita kok mbak” jelas mas Yadi

“Tenang janji harus ditepati’’ kata mbak Ada

Mas Agus segera mengambil uang dari dompet

“Urunan-urunanlah.. Yang pegawai tetap wajib urunan, bocah-bocah nggak usah, nih lima puluh inih..” jelas mas Agus

“Nih aku ikut nih” tambah mas Way satpam kantor

“Woooh mas Way jos gandos pokoke” teriak oca sambil tepuk tangan

Pada akhirnya sore itu kami sekantor makan duren bersama untuk terakhir kalinya.

 

 

Hari kamis sore tanggal 30 Maret 2016, kubuka bingkisan hadiah perpisahan dari kantor. Kubuka pelan dan kutemukan baju bungaa-bunga motif ungu bertuliskan,

“to Vita Nusajati, best wishes for you. Thanks for all. We’ll miss you. BPJSK Cilacap. J”

Seketika itu aku meneteskan air mata, antara sedih dan bahagia. Kerap rindu mereka akan mengetuk hati esok hari dan seterusnya.

  • view 129