PASRAH

Muhamad Setiadinata
Karya Muhamad Setiadinata Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 10 Mei 2016
PASRAH

Berserah adalah menyerah total. menyerah bukan berarti kalah, juga tidak berarti menang, ia yang menyerah penuh adalah menyerahkan semuanya termasuk semua kemenangan dan kekalahan.

orang ini tidak mempunyai apa-apa, ia telah menjadi tawananNYa. Semua yang diminta pasti ia lakukan, apapun pemberianNya ia terima, juga apapun yang diambil ia lepaskan.
Walaupun bergelar tawanan ia adalah orang yang paling bebas.Ia tidak terikat kenangan masa lalu juga belenggu ketakutan masa depan. Kemarin, hari ini dan esok, semua sama saja.
ia tidak memihak kepada terang dan memusuhi gelap.
Baginya terang dan gelap mempunyai fungsinya masing-masing, walau terlihat berlawanan, mereka saling melengkapi, saling membutuhkan.
Puja-puji tidak melayangkan hatinya juga cacian tidak meremukkan kalbunya. tidak ada kebaikan yang digenggam juga keburukan yang ia tendang.
Semuanya ia serahkan, tubuhnya pikirannya bahkan jiwanya,
ia sadar tubuh ini hanya sementara, juga segala pemikiran dan konsep yang ia yakini, adalah ilusi.
Manusia ini tidak pernah kehilangan apapun, karena ia tidak pernah merasa mempunyai apa-apa.
ia sadar, setiap "saya" adalah ego yang mencemarkan keheningan, setiap "aku" hadir, keikhlasan menghilang.
tidak ada seorangpun sampai disana dengan menginginkan atau mengejarnya, mereka yang berhenti, mereka yang berkata cukup dan mereka yang menyerah, merekalah yang sudah sampai.

  • view 54