Pengharapan

Adis Ratih Trisiana
Karya Adis Ratih Trisiana Kategori Motivasi
dipublikasikan 27 Februari 2017
Pengharapan

Manusia adalah mahluk sosial, yang memang sangat membutuhkan orang lain dalam kehidupan. Namun, apakah sempat berfikir ketika kita membutuhkan sesuatu atau mengingkan sesuatu kepada siapakah awal harapan kita jatuhkan?  Kadang kita lupa jika seharusnya kepada Allah lah kita mengadu keluh kesah dan memberikan pengharapan. Berharap orang lain menolong kita? berharap orang lain ada untuk kita? berharap orang lain baik terhadap kita? berharap orang lain bayar hutang kepada kita? berharap dia jodoh kita? Mintalah pada-Nya. Mengadulah pada-Nya.
 
Sama halnya dengan jatuh hati. Hal yang lumrah bagi manusia untuk mengagumi lawan jenisnya, tapi sebaiknya jangan dijadikan sebagai hal yang utama. Tetap saja yang hal utama adalah Allah, karena bagaimanapun hanya Allah yang mampu berkehendak atas kita. Hidup hanya sementara, pilihannya hanya dua, mati atau menikah. maksudnya, ketika kita berharap kepada seseorang, pacaran (katanya), hingga rela meluangkan waktu dan pikiran hanya untuk membahagiakannya padahal belum menjadi mahramnya. Apakah tidak takut jika kematian lebih dulu datang dibandingkan dengan hari pernikahannya? Apakah tidak takut ketika sedang berpacaran kemudian Allah mencabut nyawanya? Naudzubillah
 
Karena ketika menjatuhkan harapan pada manusia yang terjadi hanyalah kekecewaan, kecewa hutang ga dibayar, kecewa hati tersakiti, kecewa diingkari janjinya, kecewa diselingkuhin, kecewa dikhianatin, kecewa ditinggal nikah. Ya itulah yang akan didapatkan ketika terlalu berharap pada manusia. Namun ketika kita berharap kepada Allah, apa yang terjadi? Allah kasih nikmat yang tak henti. Yakinlah janji Allah itu pasti.
 
Berharap pada manusia itu abu-abu, ketika memaksa besok dia akan datang kerumah menemui orang tua kita, lalu ia berkata "iya" maka apakah percaya? tanpa mengingat Allah dulu dan tanpa memohon pada-Nya. maka itu tidak bisa dipastikan ya atau tidak. Bisa saja ia ingkar dan pergi meninggalkanmu. Tapi jika kita ingat Allah dulu, berserah diri kepada-Nya tentang-Nya, maka jika Allah bilang "Kun Fayakun" maka jadilah.

إِنَّمَا أَمْرُهُ إِذَا أَرَادَ شَيْئًا أَنْ يَقُولَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ

Artinya:
Sesungguhnya perintah-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: “Jadilah!” maka  terjadilah ia”.
(Q.S Yasin: 82)
 
 
Tidakah merasa jika Allah cemburu ketika kita berharap kepada selain-Nya? ketika kita lebih berkorban banyak untuknya bukan untuk-Nya? ketika kita lebih sering memikirkan dia dibandingkan Dia? ketika kita lebih bahagia berduaan bersamanya bukan bersama-Nya
 
Jadi sebaiknya mendekatkan diri kepada-Nya bukan kepadanya
Tuangkan dalam segenggam doa, ingatlah Dia baru dia
Menyempurnakan diri karena-Nya bukan karenanya
Mengikhlaskannya karena-Nya
Memasrahkan segalanya kepada-Nya
Bersabarlah dalam penantian.
Bersabarlah, karena Dia akan membawanya menemuimu pada waktunya.

وَاِلَى رَبِّكَ فَارْغَبْ

Artinya :
"Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap"
(Q.S. Al-Insyirah : 8)

 
#Musahabah #selfreminder

  • view 80