Belajar Setia

Adinda Rosyadha
Karya Adinda Rosyadha Kategori Motivasi
dipublikasikan 02 Februari 2016
Belajar Setia

"Salah satu kelemahan orang Indonesia adalah mudah bosan."

Kurang lebih seperti itu kata Direktur lembaga kursus bahasa Inggris tempatku belajar beberapa hari lalu. Beliau menceritakan pengalamannya selama belajar di Jepang. Tentu, apa lagi kalau bukan sharing mengenai disiplin dan semangat kerja keras yang dimiliki masyarakat Jepang. Kata Beliau, dua hal itu juga yang membuatnya mendirikan lembaga kursus yang mirip dengan lembaga pesantren kilat ini. Agar Beliau bisa berkontribusi dalam mengubah kebiasaan malas orang Indonesia.

Kembali mengenai "mudah bosan". Untuk aku pribadi, pernyataan itu sangat menohok. Sebab, aku menyadari bahwa aku "mengidap" hal tersebut hingga level akut. Bahkan, sebelum ngobrol-ngobrol dengan Pak Direktur, aku sangat bangga menceritakan bahwa aku adalah seseorang yang sangat mudah bosan. "I'm the one who easily gets bored in doing something."

Menajadi seorang?bosenan memang memicuku untuk aktif mencari hal-hal baru setiap harinya dengan menyibukkan diri di organisasi, mengikuti berbagai lomba, seminar, konferensi, dll. Tapi, hal itu juga yang membuatku sulit untuk "setia" pada satu pekerjaan sekalipun aku sangat memimpikan hasil akhirnya. Contoh: menerbitkan buku.

Entah hanya aku saja yang mengalami ini atau banyak anak muda lain di luar sana yang memiliki semangat luar biasa di awal, tetapi mudah hilang setelah--lagi-lagi--merasa bosan. Setelah menetapkan suatu target tertentu, misi demi misi yang harus dilaksanakan disusun, have-to-do list atau checklist target-target harian dibuat, satu-dua hari berjalan sesuai rencana, hari-hari berikutnya? Katakan goodbye pada semua rencana. Terlebih apabila datang distraction berupa project baru yang lebih menarik dan menantang. Alhasil, banyak pekerjaan dimulai, tapi tak satupun terselesaikan.

Benar, ini perihal komitmen.

Komitmen yang kita bangun dengan diri sendiri cenderung lebih sulit dipertahankan dibandingkan ketika komitmen itu melibatkan orang lain. Seorang teman pernah berkata, "Segala sesuatu yang terstruktur dan terorganisir itu jauh lebih efektif." Hal itu dia katakan saat ditanya mengapa ikut bergabung dalam sebuah forum. Dia ingin belajar tentang sesuatu, namun dia sadar benar apabila dia mempelajarinya sendiri, keinginan itu akan kalah prioritas dengan hal lain. Lebih mudah apabila pembelajaran dilakukan terjadwal dan terorganisir dalam suatu forum rutin.

Komitmen yang dikutip dari Kamus Besar Bahasa Indonesia, diartikan sebagai perjanjian (keterikatan) untuk melakukan sesuatu. Adapun melakukan itu sendiri adalah persoalan tentang memulai dan menyelesaikan.

Nah, untuk itu, di saat banyak teman-teman di luar sana sudah mulai belajar setia dengan "objek" lain dalam hidupnya. Sepertinya aku masih harus memperbaiki diri untuk belajar setia terhadap apa-apa yang kumulai hingga aku benar-benar menyelesaikannya. Melawan rasa bosan dan lebih berkomitmen untuk meraih target-target kecil hingga mimpi-mimpi besar lainnya.

?

Salam semangat!

ADINDA ROSYADHA

?

*Gambar diambil dari sini.

  • view 216