Karena Hal Baik Tidak Harus Datang dari Orang Baik

Adi Maulana Triadi
Karya Adi Maulana Triadi Kategori Inspiratif
dipublikasikan 30 Desember 2017
Karena Hal Baik Tidak Harus Datang dari Orang Baik

Social media telah menjadi sebuah kebutuhan yang sangat diperlukan pada zaman sekarang ini. Social media mungkin sekarang adalah tempat dimana kita menanyakan kabar satu sama lain, membaca sebuah berita, dan tidak jarang juga kita jumpai curhatan atau keluhan seseorang di social media. Namun, ada hal yang menarik yang sering saya jumpai dan mungkin ini telah menjadi sebuah kutipan atau ungkapan yang sering dituliskan atau disebutkan oleh orang orang di social media. Ungkapan yang dimaksud adalah “Ngapain sih ngurusin hidup orang, hidup sendiri aja belum tentu bener”. Mungkin ungkapan tersebut menurut saya adalah hal yang sangat ingin dibahas pada tulisan ini, yang saya pikirkan bukankah orang mengurusi hidup kita itu berarti dia peduli? Karena yang akan tau salah atau benarnya hidup kita itu bisa dinilai oleh orang sekitar, benar? Lalu apa jadinya kalo ada orang yang memberi sebuah tanggapan, namun kita abaikan, barangkali tanggapan tersebut ada baiknya. Atau kita harus melihat siapa orang yang memberikan tanggapan bagi hidup kita baru kita terima? Apa harus seorang motivator terlebih dahulu agar tanggapan itu bisa diterima untuk hidup kita? Atau seorang pahlawan? Mungkin tidak. Karena hal baik bisa datang dari siapa saja, dimana saja, dan kapan saja.

Coba kita ubah pandangan terhadap orang orang yang mengurusi hidup kita, karena dengan adanya mereka, kita haruslah bersenang hati karena masih ada orang yang peduli dengan hidup kita. Kadang tidak sedikit juga yang mengurusi hidup kita dengan memberi saran yang bisa kita pertimbangkan, dan kadang hal itu datang bukan dari orang yang sudah baik seperti kebanyakan motivator dan semacamnya. Kadang kita sebagai manusia dapat memberi saran terhadap orang lain yang kadang pula itu benar, namun sulit untuk dilakukan untuk hidup sendiri, benar kan?

Kadang ada orang lain yang menganggap dirinya belum terlalu benar namun ingin memberi saran terhadap orang orang, karena dia telah merasakan apa yang sedang kita rasakan dan dia ingin memberi sebuah saran agar keadaanmu tidak lebih buruk dari yang dia rasakan. Baik bukan? Seperti halnya ada seseorang yang sedang terluka karena salah satu bagian terpentingnya telah hilang selamanya dan dia bisa menghadapi itu tanpa ada bantuan dan saran dari siapapun. Lalu, dia melihatmu dengan keadaan yang sama, pasti dia akan memberi saran apa yang bisa membuat hidupmu kembali berwarna bahkan lebih berwarna dari apa yang dulu ia rasakan. Karena saran atau tanggapan akan muncul ketika sudah pernah merasakannya, karena kita sudah pernah mengalaminya. Jadi jangan lihat tanggapan atau saran itu dari siapa, selagi itu baik maka pertimbangkanlah.

Dan yang terpenting, semua hal baik itu datangnya hanya dari Allah. Manusia hanya sebagai perantaranya, selalu bersyukurlah terhadap hal baik yang kamu terima. Karena dengan bersyukur, Allah akan memberi hal baik lainnya bagi hidupmu.

  • view 72