Kenapa Beli Rumah Harus dengan Sistem Syariah ?

Adib Mahdy
Karya Adib Mahdy Kategori Enterpreneurship
dipublikasikan 18 Februari 2016
Kenapa Beli Rumah Harus dengan Sistem Syariah ?

Bumi yang di ciptakan Allah cuma 1
Tidak akan bertambah Luas

Manusia Terus bertambah

?

?


Pertumbuhan kepemilikan rumah dan properti ini tidak lepas dari peranan perbankan dan perusahaan Leasing, sehingga masyarakat bisa memiliki hunian dan properti dengan cara kredit.

Sebenarnya kredit tidak masalah, asal sesuai syariah.?

Mari kita bahas tentang skema kredit kepemilikan rumah. Ada perusahaan yang memenuhi semua unsur yang saya bahas, ada yang sebagian saja. Tapi intinya, 1 saja mengandung unsur riba, maka jadi ribalah semua transaksinya.

?

?

?kita mulai, kenapa kredit rumah kebanyakan menjadi transaksi riba karena hal berikut:

1. Didalam transaksi tersebut terjadi 3 akad dalam 1 transaksi
Ketika anda datang kedeveloper perumahan anda memutuskan untuk membeli, maka anda membayarkan DP atau uang muka kepada developer (Akad Jual beli ke 1, secara hukum syariah, rumah sudah menjadi milik anda). Kemudian Developer akan menghubungi bank atau perusahaan leasing, maka kemudian bank atau?perusahaan leasing melunasi rumah tersebut ke developer(Terjadi transaksi jual beli, akad ke 2, disini rumah menjadi milik Perusahaan leasing), setelah itu bank atau?persuahaan leasing melakukan transaksi SEWA BELI dengan anda sebagai konsumen (Akad ke 3, kepemilikan tetap milik bank atau?perusahaan leasing). Transaksi semacam ini menyalahi hukum syariah.

2. Akad bermasalah, SEWA BELI
Biasanya pemilik rumah tidak menyadari bahwa yang ditandatangani adalah akad sewa beli, bukan jual beli.
Maksud sewa beli adalah selama angsuran belum lunas, maka anda dianggap menyewa. Sehingga ketika misal cicilan anda macet, maka terjadilah perampasan penyitaan aset rumah dan anda sama sekali tidak mendapat kompensasi apapun. Karena anda hanya MENYEWA.

Transaksi yang benar adalah JUAL BELI. Bukan SEWA BELI.
Harus jelas transaksi didalam hukum syariah, jual beli ya jual beli, sewa ya sewa saja. Jangan dicampur sewa dengan beli. Inilah masalah ke-2 dalam transaksi dengan bank atau?perusahaan leasing.

3. Sistem Bunga
Sistem bunga menyebabkan harga akhir yang anda bayarkan tidak jelas berapa jumlah pastinya. Sistem bunga dihitung berdasar bulan pembayarannya. Sehingga jika anda telat mengangsur, bulan tersebut anda tetap kena tunggakan bunga berjalan.
Ini adalah transaksi yang jelas2 riba.

4.Sistem denda
Ketika anda telat mencicil anda dikenakan denda. Ataupun ketika anda ingin melunasi dipercepat, anda dikenakan dengan dengan istilah macam-macam seperti pinalti, atau bahasa paling halus adalah anda dikenakan biaya administrasi yang tidak disepakati sebelumnya.?Ini menyebabkan penambahan harga diluar transaksi, dan ini adalah riba.

?

?


Tanpa Sadar...Hidup dalam Jeratan Utang..
Utang itu ibarat candu. Awalnya coba-coba, jadi ketagihan karena aksesnya dipermudah. Bahkan tak sedikit lembaga keuangan yang membantu pencairan pinjaman dengan cepat. Akhirnya tak bisa mengendalikan diri. Apapun masalah keuangan, utang jawabannya.

?

Mudahnya meminjam dana yang ditawarkan lembaga keuangan atau rentenir, seolah niatnya membantu. Karena utang riba tak kasat mata, banyak pengusaha terjerat dalam gaya hidup mewah agar terlihat seperti orang kaya. Padahal utang dimana-mana.


Umat islam harus berhati2 dengan sistem kredit semacam ini. Milikilah kontrol diri yang kuat, bukan dikontrol oleh lingkungan.?Devloper Properti Syariah Indonesia Menyediakan Kredit Rumah Tanpa Riba, Insya Allah, Lebih Berkah, sangat Menguntungkan

Konsep kami :
-Tanpa Bank, Sehingga Anda terlepas dari BI Checking
- Tanpa Bunga, Sehingga Anda terbebas dari RIBA
- Tanpa Denda, Sehingga Anda tidak perlu WAS WAS
- Tanpa Sita, Karena rumah yang dibeli sudah 100% milik Anda


http://jualrumahsyariah.com