Perayaan dan Perenungan

adieb maulana
Karya adieb maulana Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 10 Juni 2017
Perayaan dan Perenungan

Malam selalu menghadirkan senyuman yang tak bertuan, begitu kejam dan membuat mata ini susah memejam. Hadirnya senyuman dalam kesunyian merupakan salah satu hal yang tak pernah aku harapkan dari waktu ke waktu, tak perlu ku jelaskan mengapa, sebab pada jemariku yang sedang mengetikkan kalimat ini tak pernah menanyakan mengapa aku selalu menuliskan kata senyuman ke dalam sebuah paragrafku--ia hanya mematuhi apa  yang di  transformasikan oleh kata hatiku. Lalu, sejenak  ku tuangkan segala kalimatku ke dalam sebuah tulisan yang tak berlagu. Tak pernah memiliki ritme nada dan juga irama. Aku teringat tentang bagaimana hari  ku menjadi sebuah  hari yang merubah  angka di dalam hidupku, tentang hari yang tak pernah menyesal tatkala itu telah tiba, tentang hari yang membuat diriku begitu merenung lebih banyak dari biasanya. Hari saat angka dalam hidupku juga ikut merubah pola pikirku. Juga pada hari, saat aku berkata
 
"Wah, gue udah berumur segini nih, udah ngapain ajah yah?"
 
Ya, hari itu pasti  tiba. Saat semua tak lagi harus tentang perayaan, melainkan perenungan. Saat kehidupan tak selalu menyajikan kenyamanan. Saat semua, begitu berada pada titik  antara kesenangan dan ketenangan. 
 
Perayaan. Ketika tak disadari bahwa teman-teman disekitar kita begitu peduli  terhadap diri kita. Merayakan momen yang berharga dalam hidup kita, entah itu dengan sepotong kue ataupun lemparan telur-telur  yang mengenai kita. Namun, setiap peristiwa itu merupakan sebuah perayaan yang sangat menyenangkan bagi diri kita, mengingat kejadian itu seakan membuat hati kita begitu senang, layaknya suara deburan ombak yang selalu menemani diri kita saat menikmati indahnya pantai. Perayaan yang sungguh mengesankan. Bagi setiap orang, hal seperti  itu sangatlah manis untuk dikenang, hingga nanti  saat sedang bercerita kepada anak-anak kita. Terlebih, teman merupakan suatu hal yang tak pernah dapat  dibeli berapapun harganya, teman merupakan bagian terindah yang telah disimpan dalam laci kenangan yang dibentuk khusus kayunya, sehingga tak mudah rusak, tak mudah lapuk, dan selalu mudah untuk  mendapati laci tersebut, karena di  desain khusus dengan variasi warna yang begitu indah. Jika suatu saat engkau ingin mengingatnya, tentu laci tersebut sudah tak perlu kau  cari susah payah. Begitulah, barangkali perayaan merupakan hal yang sangat mengesankan, tak perlu lagi kita berdiam diri di suatu tempat sendiri seperti orang yang kesepian.
 
Perenungan. Di dalam remang-remang sinar senja yang begitu indah, suara debur air yang tak begitu keras, juga semilir angin yang berhembus seolah-olah membisikkan sesuatu ke dalam kupingku. Aku duduk, memandangi segala aktifitas yang sedang dilakukan oleh orang-orang disekitarku, mengambil momen dengan foto, bermain balon, dan memancing ikan di  tepi pantai. Memang, pantai yang ku kunjungi terdapat ikan yang dapat dipancing oleh orang yang sedang ingin mencari makan malam. Ya, aku  tentu memilih tidak peduli akan segala aktifitas yang dilakukan oleh orang di sekitarku, aku memilih untuk tersenyum  saat melihat semua itu, lalu kembali  merenungi setiap hal yang sudah terjadi. Setiap langkah kaki yang  selalu mengisi hari-hari, dan juga setiap jiwa yang tak pernah lelah untuk bermimpi. Disini, aku terus mencoba untuk menafsirkan segala bisikan-bisikan semesta kepadaku. Sinar senja yang kutahu sebentar lagi akan meninggalkanku, angin yang berhembus pelan ke arahku, juga suara air yang tak begitu keras, semua mencoba memberikan ku bahasa semesta. Dan sekarang, mataku terpejam sejenak, merekam segala hal yang telah kulewati. Menghembuskan nafas pelan-pelan dan membuka mata kembali. Begitu tenang. Ditemani dengan lembayung jingga yang perlahan tenggelam di bawah cakrawala, seakan segala hal yang selalu kuresahkan tenggelam bersamaan dengan senja. Aku ingin bercerita tentang senja tapi entahlah, senja bagiku terlalu spesial untuk diceritakan, mungkin lain kali. Begitulah, barangkali perenungan merupakan hal yang sangat menenangkan, tak perlu lagi kita berhura-hura di tengah keramaian yang tak pernah kita dapati arti kedamaian di dalamnya.
 
Dan kini, diriku berdiri diantara ketenangan dan kesenangan. Di malam yang selalu menghadirkan senyuman yang tak pernah kuharapkan, di malam yang selalu menyajikan kesunyian yang teramat menyenangkan, sekaligus menenangkan.

  • view 63