Senja dan Kamu

adieb maulana
Karya adieb maulana Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 02 April 2017
Senja dan Kamu

Kini, aku tak bisa berkata apa-apa lagi. sebab disampingku sudah ada seseorang yang membuat mulutku tak bisa mengeluarkan kata-kata, tanganku tak bisa menuliskan apa-apa, dan juga pikiranku tak mampu berimajinasi untuk menghasilkan karya. Ya, aku memang seorang pecundang. Aku hanya bisa memandang seseorang dari jauh dan dapat berkata-kata lewat kalimat dan yang hanya bisa membuang kata-kata padahal seseorang itu ada di dekat. Mungkin jika kamu seperti soal SBMPTN, aku lebih baik tidak mengisi soal itu agar  mendapat nilai 0, daripada mengisi soal itu, salah lalu mendapat  -2; aku sungguh sangat pengecut tidak berani mengisi hatimu itu dan takut untuk mengisi hatimu dengan kalimatku yang aku sendiri tidak yakin dengan kalimat yang terucap. Dan aku merasa senang dengan sifat pecundang ku dalam mengagumimu.

"Apakah aku seseorang yang normal?", pertanyaan itu selalu saja hinggap ke dalam pikiranku.

Seperti hal nya sekarang, tak kutemukan secercah kalimat pun di dalam pikiran. Imajinasiku kabur  begitu  saja ketika tahu bahwa kamu sedang ada disampingku. Simpelnya, ketika kita duduk berdua dengan orang yang kita kagumi, kita akan gampang untuk mengeluarkan kata demi kata, kalimat demi kalimat yang berujung dengan percakapan yang khidmat. Nyatanya, itu tidak terjadi padaku. Bahkan, tulisan ini pun tercipta ketika kita sudah beranjak pergi lalu meninggalkan tempat yang kita singgahi tadi. Saat semburat jinggai tergerai dan tangan kita saling melambai. Namun aku hanya bisa bilang kepadamu saat itu, itu juga hanya tersimpan di dalam kata hatiku.

"Aku tak ingin selamat tinggal yang terucap, melainkan sampai jumpa. maka aku akan menanti pertemuan selanjutnya dengan rindu yang meluap".

Lalu, sore itu pun kita pergi. pergi  saat menikmati senja yang begitu indah. Langkah ini terasa berat waktu itu, meninggalkan dua keindahan sekaligus dalam satu kesempatan.

Senja dan Kamu.

 

  • view 152