Panggung Komedi

adieb maulana
Karya adieb maulana Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 06 Januari 2017
Panggung Komedi

Tampaknya sekarang ini banyak sekali panggung komedi yang bertebaran di Indonesia. Aku sempat heran, apakah memang Event Organizer sudah tidak berminat lagi untuk mendirikan sebuah panggung hiburan yang beredukasi, atau panggung yang menyajikan sebuah puisi, atau mungkin panggung musik metal? entah. Yang kulihat sekarang hanya sebuah panggung komedi yang menyajikan berbagai macam komedi dengan unsur-unsur yang berbeda dan tentunya bumbu yang berbeda di setiap panggungnya.

Di awal tahun 2017 ini, panggung komedi tersebut menjadi dua bagian. Yang pertama panggung komedi tercipta dari dunia  musik, dan yang kedua panggung komedi yang tercipta dari dunia politik. Dari dunia musik, tentunya kita sudah tahu siapa itu Young Lex, ya manusia dengan nama asli Samuel Alexander yang begitu sangat terkenal dengan musik rap nya dan begitu tidak asing di kalangan youtuber dengan lagunya yang berjudul GGS (Ganteng Ganteng Swag), dimana dalam video klip lagu tersebut Young Lex berkolaborasi dengan beberapa youtuber sekaliber SkinnyIndonesian24, Reza Arap Octovian, Kemal Palevi dan Dycal. Mereka membawakan liriknya masing-masing sesuai dengan apa yang mereka inginkan. Dan yang aku perhatikan, lirik yang dikeluarkan oleh Reza Arap Octovian, lirik yang menjadi perhatianku pada kata "Fak pencitraan, nakal tapi tampan". Entah apa maksud dilirik nakal tapi tampan, dahulu waktu  aku belajar waktu SD yang terbesit dalam pikiranku tentang nakal merupakan hal yang negatif. Dan dari lirik tersebut seolah-olah membanggakan penampilan ketimbang sifat. Padahal Indonesia merdeka bukan karena orang-orang nakal yang tampan, melainkan orang-orang baik yang tampan. Jadi, apa yang di banggakan dari sifat nakal walaupun tampan? Tak terlepas dari kelakuan Young Lex di Youtube dengan lagunya yang berjudul GGS dan BAD, belakangan ini banyak video yang tersebar di seluruh sosial media, video tersebut terjadi saat Young Lex manggung di kota Tangerang, lalu ada beberapa pemuda yang membuat kerusuhan di konser tersebut, sampai ada yang melempar aqua ke panggung. Young Lex pun sempat emosi, lalu ia menunjuk ke beberapa pemuda tersebut sambil berkata, "sini,sini, sini lu anjing". Lantas seketika konser tersebut menjadi ricuh. Lalu, yang menjadi perhatianku sekarang adalah pada kata "anjing". Dahulu ada sebuah band yang bernama Pee Wee Gaskins, band tersebut setiap konser pun dilempari oleh haters, namun mereka tidak sama sekali emosi dan tidak mengeluarkan kata anjing di depan umum. Karena bagi mereka "Hate is a song we don't sing along", dan bagi mereka haters merupakan sebuah fans yang sedang mencari jati dirinya.  Bukannya aku membela PWG karena aku seorang dork, yang lucu dari sini adalah emosi Young Lex yang tak terbendung sehingga mengeluarkan kata anjing, dan itu menjadi sesuatu hal yang sangat fatal. Apalagi video tersebut tersebar di sosial media. Maaf sebelumnya aku juga mengeluarkan kata anjing di tulisanku ini, karena tulisanku tidak lulus sensor.

Lalu, panggung komedi yang kedua, keluar pada saat Ahok menjalani sidang nya soal penistaan agama. Dalam sidang tersebut hadir saksi yang akrab dikenal dengan Habib Novel, Sekjen DPD FPI Jakarta. Yang lucu dari sidang ini bukan lagi soal kasus Ahok yang menistakan agama, melainkan bergeser ke sebuah BAP milik sekjen FPI tersebut, dalam BAP tertulis sekjen FPI sempat bekerja di restaurant Fitsa Hats. Seluruh Indonesia sempat heran terhadap Fitsa Hats, pasalnya di Indonesia tidak pernah di temukan restaurant yang bernama Fitsa Hats. Usut punya usut, Fitsa Hats merupakan sebuah restaurant yang sempat kita kenal bernama Pizza Hut. Nah, dalam kasus ini, Ahok mengeluarkan statementnya, beliau berkata."mungkin Novel malu bekerja di sebuah  restaurant milik Amerika, makanya ia mengubah nama dari Pizza Hut  menjadi Fitsa Hats". Dari situ otomatis Novel pun jadi sorotan netizen, sampai  banyak yang bikin meme tentang Fitsa Hats. Ini membuat posisi Novel tidak nyaman tentunya. Lantas Novel pun ingin melaporkan kasus terkait penuduhan Ahok ini soal Fitsa Hats. Habib Novel pun tidak begitu mengoreksi terkait BAP tersebut terlalu detail, "masa saya harus mengoreksi setiap kata, lha wong ada banyak lembar" begitu sekiranya katanya, sebelum ia menandatangani BAP tersebut. Lantas Ahok berkomentar. "masak ia tidak mengoreksi BAP tersebut, asal tanda tangan saja. tidak mungkin". Lucunya negeri ini selalu tidak ada yang mau mengakui apa yang sebenarnya terjadi, sehingga membuat bingung semua warga Indonesia, termasuk aku.

Tulisan ini hadir akibat keresahanku akhir-akhir ini, begitu banyak sesuatu hal yang mungkin lucu namun tidak untuk ditertawakan, melainkan untuk dibenarkan kembali supaya negeri kita tidak selalu dalam masalah internal, nun jauh disana masalah eksternal pun muncul dan membawa nama negara Indonesia, namun tertutupi oleh masalah internal yang bisa saja membuat kita terpecah belah lantas tidak bisa menjaga nama baik Indonesia di kancah internasional. Tetap bersatu Indonesia, ingatlah selalu pancasila ke-3, Persatuan Indonesia!

  • view 121