Senja Sendu

adieb maulana
Karya adieb maulana Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 27 Januari 2016
Senja Sendu

Dulu aku bertemu dengan seseorang, dia sangat manis apalagi jika senyum, bahkan mata ini tidak sanggup untuk menatap senyumannya. ketika itu aku ingin sekali mengajaknya untuk sekedar menikmati senja, duduk di sore hari tepatnya di samping pantai sambil menunggu datang nya senja. aku sangat menikmati momen itu, hembusan angin yang begitu segar, suasana senja yang menenangkan hati dan pikiran dan tentu nya dengan seseorang yang mempunyai senyuman manis itu duduk disampingku, ah sungguh momen yang sangat indah. tetapi tahukah kau?aku tertegun saat dia berkata kepadaku,"ah jadi ini yang kamu bilang menenangkan?bah aku tidak merasakan nya sama sekali, bahkan aku seperti orang bodoh saja duduk disini diam tidak jelas". begitu kata orang yang mempunyai senyuman manis itu.

"sepertinya aku harus membeli buku prosedur menikmati senja", orang dengan senyuman manis itu menulis tweet

hari demi hari berlalu, aku terus mengajak seorang yang mempunyai senyuman manis itu untuk menikmati senja. hanya sekedar duduk diam dan bercerita tentang apa saja yang ingin diceritakan.

"tau gak senja itu warna nya apa?", orang dengan senyuman manis itu melontarkan pertanyaan kepadaku. "ya jelas jingga lah", aku menjawab dengan penuh percaya diri. "salah", orang dengan senyuman manis itu pun menyelaku. " loh kok salah?emang bener kan warna nya jingga?". "ya jingga apabila kita menikmatinya berdua, jika kita menikmatinya sendiri-sendiri warna itu akan menjadi abu-abu".

dan, aku sangat lah bahagia ketika semua abu-abu itu berubah menjadi jingga.

"senja itu menenangkan, kalau senjata itu menegangkan"

"aku masih suka senja, walaupun ia datang sebentar lalu pergi aku akan selalu menyukai senja. karena aku percaya bahwa senja akan kembali tanpa aku menuntut apapun kepadanya untuk kembali kepadaku selamanya. aku masih suka senja dan akan tetap selalu menyukai senja".

  • view 197