Malaikat Berwujud Manusia

Adi Prayuda
Karya Adi Prayuda Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 12 Maret 2016
Malaikat Berwujud Manusia

Hari sudah petang, tinggal butuh beberapa menit lagi saja untuk membuat cahaya matahari memudar dari langit. Dan pas sekali, rantai motor saya putus di sebuah perempatan jalan. Saya meminggirkan motor, melihat rantai yang sudah terkulai lemas tak berdaya. Tidak ada pilihan, harus didorong sampai bengkel terdekat.

Baru berjalan beberapa meter..motor saya terasa lebih ringan ketika didorong. Terdengar suara dari belakang bertanya, "Kenapa Mas?" Saya menoleh ke sumber suara, melihat kaki kiri seorang laki-laki pengendara motor matic mendorong knalpot motor saya, pantas saja lebih ringan. Ada gaya lain yang resultannya searah dengan gaya dorong yang saya berikan kepada motor, sehingga...haisshh. "Rantainya putus, Mas," kata saya. "Oh, santai aja Mas, saya bantu sampai ketemu bengkel, gak ada bengkel di sekitar sini..kalau jalan, Mas bisa lumpuh..haha." Antara terharu dan mau ketawa, akhirnya cuma bisa nyengir.

Saya yakin ini bukan tindakan pertamanya dalam hal mendorong knalpot motor orang lain. Sangat ahli sekali. Saya hanya tinggal duduk santai di atas jok motor saya, sesekali mengerem kalau ada polisi tidur dan mengarahkan stang sesuai perintahnya..dan menjauhi larangannya.. (lho?!). Perjalanan memang cukup jauh, sampai akhirnya kami melihat bengkel yang (syukurnya) masih buka. Karena berada di seberang jalan, saya mendorong motor saya sendiri menuju bengkel. Ada kelegaan yang luar biasa ketika orang bengkel menyanggupi untuk mengganti rantai motor saya yang putus.

Kembali saya melihat laki-laki yang membantu mendorong motor saya itu. Mengacungkan jempol kanan saya sebagai tanda bahwa motor saya sudah berada di tempat yang tepat. Langsung saya bergegas menghampirinya di seberang jalan. Dan ini betul-betul bergegas, karena saya berlari. Ketika melihat saya berlari ke arahnya, laki-laki itu justru hanya meninggalkan senyum dan lambaian tangan. Motornya semakin menjauh dari pandangan saya. Saya ingin mengucapkan terimakasih kembali dan memberikan sesuatu kepadanya, tapi dia malah pergi.

Saya menghirup napas, kemudian menghembuskannya perlahan. Saya baru saja bertemu malaikat yang menyamar menjadi manusia, bahkan namanya pun saya tidak tau! Seandainya dia tidak pergi, mungkin kata-kata ini sudah meluncur dari mulut saya, "Mas, yang Anda lakukan ke saya itu....menyentuh hati." Saya tidak tau kapan saya bisa bertemu laki-laki itu lagi..mungkin kami akan bertemu dalam satu purnama.

***

Foto diambil di :?weknowyourdreamz.com

  • view 255