Mak, Aku ingin Melihat Surga..

Adi Prayuda
Karya Adi Prayuda Kategori Kisah Inspiratif
dipublikasikan 11 Maret 2016
Mak, Aku ingin Melihat Surga..

Nak, tidak ada orang yang benar-benar tau surga itu seperti apa..kita bisa membacanya dalam berbagai kitab..kita bisa mendengarkannya melalui omongan orang lain..tapi sejujurnya kita tetap tidak tau persisnya. Setiap orang mengatakan hal yang berbeda-beda, sesuai dengan persepsinya..sesuai juga dengan apa yang dibaca dan didengarnya. Mereka tidak salah. Mereka hanya memiliki pemahaman yang berbeda satu sama lain..dan itu biasa. Banyak orang bisa melihat perbedaan, tapi tidak semuanya memiliki kebijaksanaan untuk menghargai perbedaan-perbedaan itu. Emak ingin kamu menjadi orang yang bisa menghormati dan menghargai perbedaan.?

Emak berikan contoh ya...Sebuah gunung bisa menjadi sangat besar apabila kita melihatnya dari jarak yang sangat dekat dan bisa menjadi sangat kecil apabila kita melihatnya dari jarak yang sangat jauh atau sangat tinggi. Yang berbeda-beda itu jarak pandangnya, cara pandangnya, sudut pandangnya, bukan gunungnya. Perbedaan-perbedaan itulah yang membuat gunung tampak berbeda-beda bentuknya.?Dan kebijaksanaan itu?adalah kemahiran melihat sesuatu dari berbagai sudut dan jarak pandang, namun tetap memiliki tempat yang nyaman untuk berdiri.

Emak ingin kamu tumbuh besar menjadi orang yang bukan hanya pintar, tapi juga bijaksana. Kepintaran tanpa kebijaksanaan itu berbahaya. Segala sesuatu dilakukan hanya untuk kepentingan diri sendiri, tidak peduli dengan orang-orang sekitar dan alam. Dengan kepintaran, mungkin kamu akan mampu mengetahui tentang surga, namun itu hanyalah konsep surga. Logika tidak pernah lebih dalam dari konsep-konsep. Dan karenanya, setiap orang dengan logikanya memiliki konsep surganya masing-masing.

Kadang, dengan logika, kita menggunakan istilah yang kita tidak pahami betul hanya untuk membuat orang lain terkesan dan menganggap kita hebat. Kita menjelaskan sesuatu yang kita sendiri sebenarnya tidak mengalaminya langsung. Hanya mendengar dari cerita-cerita orang, keyakinan-keyakinan orang lain. Simpan untuk dirimu sendiri saja dulu. Jangan paksa orang lain meyakini apa yang kamu sendiri belum pernah alami. Keinginanmu untuk membuat orang lain mempercayai apa yang kamu katakan sebenarnya datang dari keraguanmu sendiri. Kalau kamu sudah benar-benar yakin, kamu tidak punya ketertarikan untuk memaksa agar orang lain percaya atau membuktikan dengan sekuat tenaga bahwa orang lain salah. Keyakinan yang sesungguhnya justru menenangkan, menentramkan hatimu.

Bila hatimu tenang, kamu baru bisa menyebarkan ketenangan, kedamaian, kebahagiaan di bumi ini. Tidak ada kedamaian yang bisa dicapai dan disebarkan melalui hati yang marah. Teriakan-teriakan kedamaian dari hati-hati yang marah justru menciptakan lebih banyak perang. Damaikan hatimu dulu, baru kamu bisa menciptakan surga di bumi ini. Hatimu, surgamu. Sehingga akhirnya kamu akan tau bahwa yang lebih penting dari keinginanmu melihat surga adalah keinginan untuk menciptakan surga di bumi ini. Bantu banyak orang semampumu, lakukan sesuatu yang membahagiakanmu. Dalam perjalanan hidupmu mungkin akan ada orang-orang yang tidak menyukaimu, jadikan mereka guru-guru bagi kelapangan hatimu, surgamu.

?

***

Foto diambil di :?dwiandriyatmo.web.id

?

?


  • Komentator Ngasal
    Komentator Ngasal
    1 tahun yang lalu.
    Super sekali ini... "Dan kebijaksanaan adalah kemahiran melihat sesuatu dari berbagai sudut dan jarak pandang, namun tetap memiliki tempat yang nyaman untuk berdiri."