Memberi Makan Semut

Adi Prayuda
Karya Adi Prayuda Kategori Kisah Inspiratif
dipublikasikan 04 Maret 2016
Memberi Makan Semut

Pernah gak memberi makan semut? Secara sengaja, bukan karena kita lupa menutup tolpes yang berisi makanan, membuang makanan sembarangan, atau tidak sadar menjatuhkan remah-remah biskuit ketika memakannya. Menarik kalau dicoba. Beberapa kali ketika saya sedang makan, ada beberapa semut melintas, saya letakkan saja 1 'butir' nasi di dekat tempat saya makan. Semut-semut itupun mengerubungi nasi itu. Tidak beberapa lama, semut lain datang..bertambah jumlahnya..saya tambah lagi 1 'butir' nasi. Seperti ada sebuah 'komunikasi batin' yang terjadi diluar kemampuan indera pendengaran saya. 'Butir' nasi pertama diangkat oleh beberapa semut, dibawa perlahan ke suatu tempat. Dan sudah ada kelompok lain yang menangani 'butir' nasi yang lain. Ini kecerdasan luar biasa, tanpa sekolah, tanpa kuliah. Tidak sibuk berdebat, yang penting makanan sampai di tempat. Bergerak bersama dengan langkah seirama.

Setiap penambahan butir nasi diiringi dengan penambahan jumlah semut. Keren. Mereka tau dimana letak rejekinya, dan itu 'dikomunikasikan' kepada yang lain. Yang menarik lagi adalah jalur perjalanannya. Jalur yang dilalui semut-semut itu sama, tidak acak, seperti ada sebuah jalan imajiner. Dan ketika 'jalur' itu saya 'hapus' dengan jari telunjuk, beberapa semut 'kebingungan', tidak melanjutkan perjalanannya melalui rute itu. Mungkin benar ada semacam komunikasi melalui aroma yang dilakukan para semut itu.

Sambil berjalan, sambil 'menyapa' satu sama lain. Ini sikap yang khas sekali dimiliki semut. Saya tidak tau mereka saling menyapa dengan Assalamualaikum, Shalom, Namo Buddhaya, atau Om Swastyastu, tapi mereka tampak menghargai satu sama lain, saling berjabat capit. Menginspirasi sekali tingkah laku mereka itu. Walaupun mereka adalah makhluk-makhluk dengan tubuh kecil, tapi mereka punya kebijaksanaan yang besar. Dengan belajar dari mereka, kita akan tau bagaimana caranya menghargai hal-hal kecil. Satu 'butir' nasi bagi kita mungkin tiada artinya, tapi bagi semut, itu makanan berharga yang bisa dinikmati bersama keluarga. Remah-remah biskuit bagi kita mungkin tidak menyita perhatian, tapi bagi semut, itu adalah hujan rejeki. Sekian dulu khotbah jumat di inspirasi.co, jangan lupa makan dan jaga kesehatan. Salam dari pengamat semut. :D

?

***

?

Foto diambil dari:?http://pernikdunia.com/

?

?

  • view 191